Thursday, December 25, 2008

Aktor-Aktor yang Bikin Ilfil

Sepi nian MP sekarang, sesepi hatiku yang ngga kemana-mana di liburan ini. Koleksi film baru pun tak ada, mau hunting nunggu Koosha bangun dulu. Membuatku teringat akan aktor-aktor yang membuatku ilfil, males liat filmnya atau menggerutu sepanjang film. Inilah beberapa aktor di antaranya:

8. Tom Cruise
Yah, dulu pernah suka tapi kok lama-lama aktingnya begitu2 saja, dengan wajah yang begitu-begitu saja.

7. Keanu Reeves
Tolong jangan suruh dia bicara, kalau mau silat-silatan bolehlah.

6. Vin Diesel
Stereotip ah

5. Arnold Schawszenegger (bahkan ga bisa nulis namanya)
Makanya ga pernah liat terminator

4. Sylvester Stallone
Ngga berminat liat dia di film manapun

3. Steven Seagal
Hmm...

2. Van Damne
What can i say?

1. Nicholas Cage
My number one ilfil actor. Sampai-sampai saya males liat Adaptation yang katanya bagus, gara-gara dia yang main jadi ilfil.


Yang lokal? Hampir semua bikin ilfil. Tapi, the most ilfil actor is...the one and only ANWAR FUADY ho ho ho...

Eh, sesungguhnya saya agak ilfil juga sama Dian Sastro. Dia pintar berakting tapi kalau udah adegan ngomong? Aduh! Ngga ada bedanya sama sekali dengan akting dia di AADC. Too bad, too bad. Padahal aktingnya bagus.

Tuesday, December 9, 2008

10 Yang Kadang Merepotkan

Sambil nunggu kompresan Koosha kering, ngerjain Pe er dari Mira dulu ah. Inilah beberapa hal tentang saya yang kadang-kadang membuat saya kerepotan sendiri.

1. Sejak kecil banci buku harian dan setelah mengenal blog 5 tahun yang lalu, berubah menjadi banci blog. Sekarang kira-kira punya 14 blog. 10 masih bisa diakses, 3 tersembunyi, 1 tak terselamatkan. Saat ini masih aktif di facebook, friendster, flickr. Anggota nonaktif twitter, plurk, hi5, WAYN, linkedin. BANCI. Bener-bener BANCI.

2. Suruh saya jalan pake sepatu, lima menit kemudian jempol dan kelingking saya lecet-lecet. Kalau sepatu kets masih lumayan bisa, itupun kaos kakinya harus tebel.

3. Ngga bisa pake sandal berhak, apalagi hak tinggi. Ibu saya bilang cara jalan saya mirip robot kalau pake sesuatu yang memiliki hak.

4. Lemot dalam berhitung. Membuat saya ngga pernah bisa ngikutin kecepatan menghitung tukang sayur dan membutuhkan waktu lama untuk mengecek struck belanjaan. Yang terakhir selalu saya serahkan pada lumba-lumba.

5. Paling males angkat telepon rumah. Sering dimarahin sama ibu saya gara2 telepon ngga diangkat padahal saya duduk di samping telepon. Gimana ya, da males atuh. kecuali saya yakin telepon itu untuk saya.

6. Nyambung ke nomor 5, jika anda menelepon saya via hape pake private number, nomor baru, nomor pinjaman, nomor curian, dan nomor2 lain yang tidak saya ketahui, anda akan gagal menghubungi saya. no way saya menjawab nomor yang ga dikenal. saya sarankan sms dulu memperkenalkan diri :D

7. Water resistant alias males mandi haha.

8. Pelamun akut. Mencapai puncaknya ketika kelas 3 SMA dan kuliah tingkat akhir. Bahkan kadangkala saya lupa tengah menyetir mobil tau-tau udah sampe beberapa puluh meter. Mengerikan. Tapi tenang, sejak hamil saya udah males nyetir dan agak2 takut nyetir juga.

9. Seneng cerita detektif, dunia hukum dan kriminal, misteri, thriller, pembunuhan, darah (tapi ngga darah sendiri).

10. Galak, bawel, cerewet, judes, narsis. Semua itu sesungguhnya menutupi krisis kepercayaan diri saya. I'm not so comfortable with myself. Itulah kenapa, meskipun di dunia maya, imel, sms, dll saya tampak ceria dan bawel, ketika pertama kali kopdar saya bisa membisu ngga tau mau ngomong apa dan takut salah ngomong hehe.


Mir, udah lunas utang gw yeeeeeeee.....

Monday, December 8, 2008

Percakapan Tidak Penting

Nanda, sang keponakan sedang menikmati biskuit rampasan perang dari Koosha. Saya membelakangi dia. Tiba-tiba,

Nanda: Tante, biskuit kalau dicelupin ke teh manis enak ngga?

Saya: Enak dong.

Nanda: Mana teh manisnya?

Saya: ...

Thursday, November 20, 2008

Takbir

Baru saja saya melihat takbir yang menggetarkan. Takbir yang mengiringi air mata buruh ketika akhirnya Sang Pengusaha mengabulkan tuntutan mereka. Bibir-bibir itu bergetar menggema takbir. Melihat itu saya merasakan takbir yang penuh dengan getaran kasih sayang Tuhan.

Berbeda sekali ketika saya menyaksikan sekelompok orang memukuli kelompok lainnya sambil bertakbir, ketika Imam Samudera cs berkali-kali bertakbir setelah membunuh ratusan orang, ketika partai-partai Islam sepanjang masa kampanye meneriakkan takbir sementara ketika berkuasa tidak melakukan apapun yang menunjukkan kebesaran Tuhan, saya merasa kalimat takbir di bibir-bibir mereka itu mengerikan.

Wallahu a'lam.

Saturday, October 25, 2008

Kalau Aku tidak menulis ini, aku pikir aku akan meledak

Sebelumnya maaf ya, ini tulisan yang impulsif. Harus menulis kalau ngga aku bisa meledak dan bisa mengakibatkan trauma mendalam bagi kedua keponakanku yang baru 3 SMP dan 5 SD. Udah gitu nulisnya harus dibaca orang lagi hihi.

Btw, sebelum nulis ini aku sudah menarik nafas panjang berusaha menenangkan diri tapi masih sesek. Udah menghitung 10 ke bawah masih kesel juga. Fffiuuhh....

Memang harus ya, tiap malam minggu aku pacaran sama dua keponakanku itu? Sementara kalau weekdays, tiap malam suamiku pacaran sama forum kaskus dan forumponsel. Kupikir malam minggu itu waktunya aku dan suamiku. Kupikir hari libur itu bisa mendekatkan kami lagi setelah hari kerja diselingkuhi si kaskus.com dan si forumponsel.com.

Aaaargghhhh......apa aku yang sakit jiwa ya, yang ngga bisa menerima diinapi dua keponakan yang sesungguhnya lucu-lucu itu? What should i do? Apalagi ayah mereka sendiri, which is my brother in law, yang mengantarkan ke sini. Oh, oh, oh, aku kesal sekali.  Sekarang mereka asik liat tipi. Sebetulnya tadinya yang satu lagi main komputer, well, aku sabotase aja da pengen curhat. Sepertinya dia kesal. Uuugghhh, ga tau ya kalau aku lebih kesal.

Apa2an nih, kok berantem ama anak kecil.

Hehehe, thx ya, udah mau baca. Luph u all.  Teh iie, help me atuhhh....as a senior :p

Tuesday, September 30, 2008

[Koosha] Terima Kasih Allah

Terima kasih, Allah, saya berhasil memberi ASI ekslusif kepada Koosha dan hari ini Koosha mulai diberi makanan pendamping ASI.

Terima kasih Allah, Engkau beri kekuatan pada orang yang menangis panik ketika tahu dirinya hamil.

Terima kasih, Engkau beri kemudahan pada saya yang pernah berpikir ribuan kali untuk punya anak.

Terima kasih, Engkau teguhkan hati saya yang ketika hamil masih berharap semua ini hanya mimpi.

Terima kasih, Engkau lancarkan proses kelahiran kepada saya yang tidak pernah mempersiapkannya.

Terima kasih Allah, yang MahaKuasa membolakbalikkan hati, membuat saya yang menganggap anak kecil adalah monster menjadi penuh cinta.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih, dan mohon ampun atas semua kebengalan saya.


P.S. Allah, mau dong saya diberi anak perempuan.

Friday, September 26, 2008

Balada Anak Berayahkan Lumba-Lumba

Ucing: HAH?! kenapa jidat Koosha ditempelin gituan?

Lumba2: Abis dari tadi ngga mau diem, muter2 sambil jejeritan.

Ucing: Loh, apa hubungannya?

Lumba2: Ya, biar diem. Vampire cina aja diem kalo jidatnya ditempelin kertas.

Ucing: ...

Thursday, September 25, 2008

[Dear Sari] Sebenernya Cermin itu Sudah Lama Ada

Dear, Sari.

Sejak dulu, ketika kita berdua seperti gila memutuskan kepribadian sebuah pohon, ada yang menakutkan di antara pohon-pohon itu. Tapi kita lengah sebab jiwa kita seperti tunas di pucuk-pucuk pohon besar itu: berada di atas, tak sanggup melihat ke balik batang-batang tua yang gagah tapi keropos. 

Kita juga tidak mampu melihat arti harfiah pohon yang tanpa daun: kematian. Yang kita saksikan saat itu di pinggir danau hanyalah eksentrik dan keinginan untuk berpetualang.  

Sebagaimana juga langit, Sari, ia juga menurunkan badai bukan melulu senja dan hujan yang kita cinta.

Sayap-sayap itu kau temukan di dasar danau, Sayang. Apa yang kau harapkan dari danau gelap yang sebetulnya meruapkan aroma anyir? Tentu saja serangga akan terselip di antaranya. Sementara kelontengan kereta lah yang paling nyata sebab ia mengingatkan kita pada sebuah perjalanan. 

Suatu hari, dengan tubuh penuh luka dan lebam yang membuat hati kita sakit, kita akan kembali ke tepian danau itu. Dengan mata yang berbeda.  
 

Monday, September 22, 2008

[Koosha] Manfaat Ikut Buka Bareng Mpers Bandung

Saya ngga akan membahas acaranya yang emang sip markusip, rapih jali, hal yang akan membuat teh iie kegirangan sebab musabab well organized-nya.

Sebagai ibu-ibu yang bawa anak bersama ibu-ibu yang juga bawa anak, kami malah jadi rumpi bareng, bukannya masuk dan ikut dengerin ceramah Kang Fajar Muchtar hehe, maap kang. 

Anyway, ternyata selama ini saya salah menghitung usianya Koosha. Saya pikir Koosha baru mulai diberi makanan pendamping ASI sebulan lagi, ehhhh...ternyata seminggu lagi, bo! Ya, Tuhan...Untunglah ikut buka bareng, untunglah ngobrol sama adjeng, teh gya, dan mama illyas (alamat MPnya apa, ya?).

Adjeng bilang, Koosha udah punya ciri-ciri anak yang bisa dikasih MPASI, kabita liat ibunya makan, bisa duduk, ngemut tangan, plus ngacay. OMG, saya mana tau ye. 

Duh, ada rasa penyesalan nih, punya akses internet, punya adik dan kakak yang punya anak, punya sahabat2 yang tinggal satu kota, tapi ngga ada usaha untuk mau tahu. Selama ini prinsip saya dalam mengurus anak adalah, let it flow, biar banjir menghanyutkanmu, sesudah tenggelam baru minta pertolongan.

Maafkan ibu, nak, Insya Allah sekarang ibu mau berusaha lebih keras, banyak baca, banyak browsing dan akan lebih sering meneror tante adjeng. 

Get ready, Djeng!

Monday, September 15, 2008

[Ditimpuk] Mencari, Menemukan, dan Terima Kasih Sahabat

Baca2 postingan soal mencari sahabat tujuh orang, saya berharap ga dapet timpukan soalnya ngga punya banyak teman gitu loh. Apa daya, kena juga dari Mbak Dwi.

INILAH ORANG-ORANG YANG INGIN SAYA TEMUI LAGI:

1. Siti Rohaniyah, a.k.a Niya

Teman sekelas di Tsanawiyah Ali Maksum Jogja. Pertemanan kami ups and down, kelas satu deket, kelas dua berantem, gara2 terjadi dualisme kekuasaan bagaikan SBY-Kalla. Dia jadi ketua osis dan saya wakilnya. Kelas tiga kami dekat lagi (bahkan lebih dekat). Gadis solo yang sama sekali ngga lemah lembut ini, nerusin SMA di solo, trus D3 Teknik Sipil UGM angkatan 1997. Waktu awal kuliah  masih sempet ketemu. Anaknya jago itung2an, meski kami sama2 gila becanda tapi sesungguhnya dia orang yg tertutup. 

Rumahnya di jalan adi sumarmo, sukoharjo. nomor telpon rmhnya udah ganti, hiks. kalo nginep di rumahnya nyaman banget, mereka sangat menghormati tamu. Miss u and your family, Ni.

2. Mbak Ade (damn, i forgot her last name) 

Ketua Osis sebelum periode Niya dan saya. Cerdas, jago debat dan orasi, sekaligus berkharisma (jarang ada di sekolah kami org berkharisma). Ada satu momen yang tidak bisa saya  lupakan. Waktu masih belum jadi apa-apa, dialah yg meyakinkan saya bahwa saya punya potensi, dia tidak memandang saya sebagai dedengkotnya geng anak nakal. Dia pula yg merekomendasikan saya untuk menjadi pengurus pondok. Satu2nya dari murid MTs (SMP) di antara murid2 Aliyah (SMA).

Aslinya dari jakarta, tp entah di mana. Pengen banget berterima kasih sudah mempercayai saya waktu itu. 

3. Heru Bahruddin

Nah, yang ini senior sekaligus mantan pacar waktu saya masih kelas 5 MI (SD) Nurul Falah, Depok. Beneran ini mah. Dan gara2 emak saya menemukan surat2 cinta kami di kaleng biskuit bekas, kisah cinta kami pun menjadi legendaris di kampung tempat kami tinggal sebagai contoh nyata Puber Dini.

Lepas SD dia pindah ke malang. Hilang kontak, tahu2 dia kirim surat ke bandung (saya kelas 3 SMA), ngga tahu dapet alamat kost saya dari siapa. Dia memberitahu kuliah di sastra indonesia UNS solo dan mengirimkan selembar pas foto haha. Sayang, saat itu saya tidak memberi jawaban yg baik (damn ABG!).

Sekarang entah di mana dia.

4. Ahmad Khotib

Si abang dari jakarte, senior waktu di jogja. Dia salah satu teman dekat pacar saya waktu itu (ya, ya, ya, saya kan bandel walaupun dilarang pacaran di pesantren tetep aja curi2). Lepas SMA dia ke Kairo kuliah di al-azhar. Selama dia kuliah (saya SMA) kami bersurat2an. Terakhir ketemu tahun 1995, dia datang ke bandung. Setelah itu persuratan berhenti dan saya ngga tahu kabar dia selanjutnya. Anaknya baik dan sopan banget.

5.  Istianah (Isti Nasa Arini)

Temen sekelas waktu MTs. Gadis van Garut ini cantik, pinter, bersuara merdu dan seorang tahfidz (penghafal Al-Qur'an). Doh, waktu awal kelas 3 i hate her so much. Gara-gara saya sukses menggusur kedudukannya di tiga besar, tak sengaja saya menemukan sebuah tulisan di bukunya yang menyakitkan hati,

Tuhan, kenapa aku dikalahkan oleh orang yang tidak punya akhlak.

Buseeett...tapi, dipikir2 wajarlah dia nulis seperti itu secara eke dedengkot geng anak nakal wakakakakak. Tapi, kebencian itu lenyap saat akhir kelas 3, aku memaafkannya dan kita menjadi sangat dekat. 

Sebetulnya saya sudah menemukan jejaknya, karena oh karena suaminya ternyata jadi sekretaris DPW PKB Jabar di mana ayah saya jadi wakil ketua-nya (mantan wakil tepatnya setelah dengan semena2 DPW itu dibekukan oleh Gus Dur haha). Sooner or later i will meet her.

6. Siti Mubarokah

Walau di MTs. saya termasuk anak nakal, saya punya teman dari golongan baik2 termasuk perempuan asli cilacap ini. Manis, tinggi kaya fotomodel, pinter itung2an, dan pendengar yang sangat baik. Kalo curhat sama dia ga pernah ditanggapi emosional, selalu penuh pertimbangan. Lepas MTs. dia balik ke Cilacap, waktu SMA pernah surat2an, terakhir dia bilang dijodohin orang tuanya padahal dia masih pengen kuliah. Setelah itu putus kontak, hiks2.


7. Mr. X  a.k.a Penyair Jalanan

Lho, gimana mau ketemu kalau namanya Mr. X? bukan apa-apa, saya beneran lupa namanya haha. Waktu saya masih mahasiswa baru, dia sudah menjadi alumni FISIP UI, di sebuah seminar dia jadi pembicara, dan bagaikan di film-film romantis nan cengeng  i fell in love with him at first sight hohoho. Dia sudah menerbitkan sebuah novel yang saya rahasiakanlah judulnya, soalnya di MP ini ada anak2 FISIP juga haha.

Kisah cinta saya berakhir dengan tragis karena bertepuk sebelah tangan, dia ternyata jatuh cinta pada sahabat saya, orang yang selama ini mendengarkan curhatan cinta saya kepadanya, uniku tersayang huhuhuhu, ingat kisah tragis ini ngga sih, ni? Untunglah, uni ini amat setia pada kekasih yang kini jadi suaminya. Kalau ngga, bisa putus persahabatan kita ni hehe.

Anyway, saya pengen tahu kabar dia sekarang. Kabar orang yang saya abadikan dalam sebuah cerpen berjudul Penyair Jalanan yang masuk ke dalam buku antologi cerpen saya. 

Ah, masa muda yang kelabu....


INI YANG SUDAH SAYA TEMUKAN,


Saya sampe jejingkrakan setelah tahu dikau punya MP, Ni! Berapa lama kita putus kontak? Selepas kuliah dia balik ke Padang, kita jarang kontak2an. Terakhir ketemu kalau ngga salah kamu mau pergi ke jerman, ya?

Ria ini sahabat pertamaku waktu kuliah. Orang pertama yang kutemui saat masih ospek. Bersamanya saya berbagi segala hal, terutama gosip cowo, teater, lika liku agama, samurai X, dan nonton film sampe puas. Uni orangnya sabar banget, bersuara merdu (vokalis band rock gitu lohhh), jago karate (atau taekwondo ye?)


Whoa, ingat masa-masa kejayaan anak2 mushalla fisip. Ngga usah heran, meski mantan anggota geng, saya juga pernah aktif di mushalla (walaupun sekarang ga habis pikir juga). Angkatan 97 kita emang paling solid. Banyak deh suka dukanya. Ternyata dia di jepang dan punya anak2 dua yang imut2 banget. Sekarang baru balik dari jepang dan tinggal di Depok.

3. Chibi, Irfan Tony, dan Amang. Temen2 saya di UI. 



INI YANG HARUS SAYA TERIMA KASIH-I

Lies Adjeng Dewi Aminah, nenek sihirku tersayang, sahabat setia dalam duka dan kebandelan.

Sebagai pengguna lama Blogspot dan pengguna baru Wordpress, saya menolak menggunakan MP yang disarankan Adjeng, "teuing ah, teu bisa makena, hese". 

Setelah hilang gengsi dan otak-atik ternyata gampang banget and the rest story is history, saya pun menjadi banci MP. 

Thx to her, saya menemukan sahabat lama dan sahabat2 baru: mbak Dwi, Teh Iie, Teh, Echy, Mbak Yeni, mbak ratna, teh ligya, mbak donna, dan lain2, dan seterusnya, dan semua yang ada di kontak sayah, termasuk sekarang jadi berbalas pantun dengan Mira, padahal waktu SMA saya ngga inget pernah ngomong sama dia. Maklumlah, saya kan jutek abesh. 

- sekian dan terima kasih -


Panjang ya, bo, postingannya. Bae we lah, sekali-sekali. Dan saya ngga akan nimpuk lagi, kayanya udah pada benjol semua ^__^



Sunday, September 14, 2008

Kelakuan Lumba-Lumba

Kadang-kadang saya suka stres liat kelakuan lumba-lumba. Dia ini udah terkenal dengan omongannya yang sok kacamprung, ngasal, dan sering ngga tau situasi dan kondisi.

Seperti kemarin ada seorang ibu dengan dua anak datang ke kantor kepegawaian tempat lumba-lumba kerja. Ibu itu mencari orang, tapi si ibu ngga tau nama belakangnya. Lumba-lumba sebagai pegawai yang baik [baca: diperintah atasan] nyari di database. Ga ketemu.

Lumba2: Bu, ngga ada.
Ibu: (gelisah dan sedih) ga ada, pak?
Lumba2: iya, bu ga ada.
Ibu: Aduh, gimana ya..
Lumba2: Emang ibu ngga tau nama belakangnya?
Ibu: Itulah, saya ngga tau. Udah lama saya ngga ketemu dia, nama belakangnya ga tahu.
Lumba2: Ya udah bu, mending ibu ikut acara termehek-mehek aja.
Ibu: ...

Doh, abis dah lumba2 saya tendang, pukul, dan sambit pake kerupuk. Gila aja ada yang lagi sedih diomongin kaya gitu. 

Hehhhh....laki gw...*sigh*

Friday, September 12, 2008

*Keluh, Keluh, Keluh*


Minggu depan susu formula naik 20%. Gas 12 kg akan naik sampai mencapai 139ribu, walaupun akhirnya ditunda sampai pemilu 2009 (kelihatan jelas kau ingin menang lagi, bung!), dan di bulan puasa ini, semua harga di tukang sayur naik 10-20%. 

Kalau saia mengkalkulasikan semua itu dengan gaji pasti ngga akan cukup, beyond my imagination. Tapi, ndilalah, ada saja rejeki yang datang. Mungkin ini yang dibilang anak itu titipan Tuhan dan yang menitipkan tak mungkin menelantarkan. Praise Lord.

Tapi, meski pameo itu benar, saia tetap ngga mau punya anak banyak. Satu atau dua saja Insya Allah. 

Tuesday, September 9, 2008

[Tahukah Anda] Senyum Bayi Cerdaskan Otak

Jurnal Pediatrics edisi Juli 2008 melansir riset bahwa senyum bayi bisa membuat area-area tertentu dalam otak sang ibu menjadi aktif dan merangsang rasa gembira.

Menurut Dr. Lane Strathearn dari departemen pediatri di Baylor College of Medicine, Houston, menyatakan senyum bayi adalah stimulus yang sangat kuat bagi otak ibu. Sistem dopaminergic di dalam jaringan otak langsung bekerja saat ibu melihat senyum bayinya, tapi tidak terhadap bayi orang lain.

Meski demikian ada juga sejumlah ibu yang memiliki gangguan emosi sehingga tidak bisa menjalin ikatan dengan bayinya bahkan menyiksa darah dagingnya sendiri. 

(Majalah Tempo, Edisi 20 Juli 2008)

Pantesan sayah merasa lebih pinter haha. Ya...namanya juga cuma perasaan, waktu dites ngitung kalkulus tetep aja bolot.

Wednesday, September 3, 2008

Salah Lihat Ngga, Sih?

Mataku yang rabun atau lagi mimpi lihat Pius Lustrilanang, di Debat Tivi One, jadi caleg Partai Gerindra.

Apakah otaknya sedikit rusak sebab disiksa saat diculik dulu? Atau semata dia memang orang yang baik hati mau memaafkan Ketua Partai Gerindra, orang yang disangka bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang menimpa dirinya.

Well, aku cuma geleng-geleng kepala ngga habis pikir. Sama seperti aku geleng-geleng kepala saat Budiman Sudjatmiko masuk PDIP atau Abangku yang aktivis Forkot jadi PNS haha. 


Hiks

Hari ini ngga boleh puasa sama lumba-lumba. Kemarin sore Koosha nangis sampe menjelang maghrib gara-gara ASIku berkurang drastis, kempes bo dua2nya *djeng, u know what i mean, meskipun gw lebih seneng payudara yang kempes hihi*.

Orang bilang menyusuipun pasti bisa puasa, kumaha niat kita aja. Tapi why oh why, aku yang semangat banget mau puasa, malah kehabisan ASI. Jawabannya adalah karena kurang persiapan. Seharusnya udah punya stock ASI perah. Seharusnya minum susu dan CDR. Seharusnya lebih banyak makan dan minum malam harinya. 

Tapi apa nyana? Baru dua hari aku udah ngga nafsu makan, udah begah (mual) liat masakan. Malam ketika ASI kempes, aku sampe dibangunin lumba-lumba buat makan (abis magrib langsung tidur). 

Sekarang harus memulihkan kuantitas ASI dulu. Makan labu siam, makan daun singkong, dan kawan-kawan, setelah itu nyetok ASI baru puasa lagi. 

Wish me luck, aku pengen banget puasa.

Tuesday, September 2, 2008

Ayo Kita Bubar!

Ayo kita buka bareng di acara bubar MPers cabang Bandung! Bosen kan masak mulu di rumah hehe. Untuk detil acara, silakan klik link di bawah ini:


Ayo, ayo, kita jalin silaturahmi, mumpung bulan puasa. See u there...

Monday, September 1, 2008

Puasa Pertama

Ini bulan puasa atau bulan berkabung, ya? Sepi banget. Ngga ada yang keliling bangunin sahur, yang ngeronda pun tak ada. Boro-boro suara shalawatan dari masjid. Sepi, pi.

Waktu di Bojong meskipun di kompleks ngga ada yang keliling, tapi suara shalawat atau orang ngaji bersahut-sahutan dari masjid atau mushala kampung sebelah. 

Jadi kangen puasa di Depok, puasa di kampung. Suasana puasanya kental. Di sini satu-satunya yang membawa aroma puasa hanyalah hujan. Hiks, hiks, hiks.

Sunday, August 31, 2008

Pemurtadan Nasional

Oh tidak, godaan puasa tahun ini amat berat. Makanan? Ngga terlalu minat. minuman? ah bisa lewat. Lalu apa dong? 

Speedy ngasih UNLIMITED INTERNET GRATIS sampe lebaran! Aiaiaiaiaiaiaiaiaia....

Lumba-lumba bilang telkom tengah melakukan pemurtadan nasional haha. Gawat nih, mudah-mudahan bisa lebih memilih tadarus daripada browsing hihihi.

Kucing Garong! (selamat puasa teman-teman)

Sial, buntut rebus gw digondol kucing garong! Ditinggal mandi sebentar si garong udah beraksi. Ngga tau apa ya harga buntut ikut naik. Padahal pengen banget bikin sup buntut goreng buat sahur nanti, untung masih ada sisa daging, campur2 aja deh huhuhuhu...

Selamat puasa ya, teman-teman. Mohon maaf lahir batin kalau ada postingan dan komen yang menyinggung. Semoga ibadahku tahun ini lebih baik. Tahun kemarin total ngga puasa, mabok hamil muda :D

Wednesday, August 27, 2008

Liputan (ngga penting) Mudik

Seneng bgt ada di rmh emak. Yang paling nyenengin kumpul sama ade perempuanku dan teteh ipar yg sama2 centil. Rame, heboh, gosip2 keluar smua, plus kompak bburu barang murah. I love them!

Yang nyenengin juga ngeliatin tingkah keponakan2 yg slalu bikin ketawa. Btw, Koosha kalau dijejerin sama sepupu2nya, tampak bagai kopi dan susu. Hideung bo! Huhuhu.

Kemarin sempet berwisata belanja ke ITC Depok, dengan pedenya minta baju ukuran L. Kupikir setelah melahirkan ukuran baju cuma naik satu tingkat, dari M ke L, ternyata jadi double XL. Doh, doh, doh! Gendut amat ya, gw...

Monday, August 25, 2008

Munggah

Sebetulnya kata Adjeng bukan munggah. Munggah mah hari minggu besok. Bae weh ah anggap aja munggah.

Apaan sih?

Daku mudik nih ke Depok sama Koosha. Huhuy!

Depok panash, hareudang, gerahhh...secara rumah emak babeh akyu ga punya AC. Baru nyampe udah pengen berendem di bak kamar mandi, yang mana tentu saja ditentang keras sama orang rumah. Takut daki bertebaran di bak.

Koosha si anak gunung pun berganti kostum tidur. Biasanya kaos dalem, baju panjang, clana panjang, plus selimut dua lapis, sekarang baju pendek tipis tanpa kaos dalem, clana pendek, plus selimut tipis satu saja.

Thx God, koosha ga rewel. Mungkin familiar kali ya sama rumah tempat pertama kali dia tinggal.

Btw, seneng bgt bisa pulang. Hampir sbulan tiap ada lumba2, eike sambil lalu ngomong pengen pulang pengen pulang ke Koosha. Dia senyum2 doang. Pas kmarin abang dateng, langsung pengen ikut pulang. Tadinya ga boleh, eike ngambek aja shari smalem ga mau ngomong ama dia. Akhirnya boleh deh huehehehehe.

Saturday, August 9, 2008

Thanks God, It's Only One Strip

Kirain aku hamil lagi, dua hari mual dan muntah-muntah. Udah panik aja, sempet nangis liat Koosha yang masih imut-imut gitu huhu. 

Lumba-lumba bilang aku stres ditinggal kabur pembantu. Emberr, stres liat cucian numpuk, rumah berantakan, lantai ngga dipel, setrikaan balatak. 

Sial bener tuh pembantu. Udah dipuji-puji di MP, malah menikamku. Sampe sekarang kami masih berburuk sangka kalau dia berkolusi dengan yang nganter. Yang nganter minta 300ribu tapi kita ngga mau, kemahalan bo. Lumba-lumba bilang kalau masih kurang, dateng aja kalau emang si bibi kepake. Ternyata bener, baru seminggu dia pulang tak kembali. 

Heran, bibi itu mulutnya manis banget. Di depanku memuji setinggi langit, ternyata ngadu sama tetangga sering dimarahin karena salah masak. Bo, yang masak kan gue sendiri! Sial, jadilah sekarang eike dicap sebagai majikan kejam. 

Padahal kurang apa coba diriku, nerima dirinya karena ngga tega jauh-jauh dari tasik. Baru dateng dia mau kerja ngga aku kasih, suruh dia istirahat. Kalau kita lagi jajan dia juga dikasih, selepas maghrib dia mau bantuin megang koosha juga aku ngga kasih, suruh dia nonton sinetron Suci aja. Ngasih tau cara kerja juga baik-baik. Sekalinya aku agak marah sama dia karena membuang simcard ke tempat sampah, itu pun setelahnya aku minta maaf. 

Tega bener, ninggalin yang lagi punya bayi. Dateng mendadak, pergi mendadak. Nyebelin banget. Kecurigaan kami dia kongkalikong karena selama seminggu dia berkali-kali nanyain ke aku, berapa ngasih ke orang yang nganter. Ngga pernah aku jawab. Coba aku jawab aja ngasih 500 ribu biar mereka berdua sekalian berantem rebutan duit. Terkutuklah kalian berdua!

Untunglah, bibi yang sebelumnya pulang pergi mau membantuku kembali. Dia ngerti waktu itu diberhentikan karena ada yang datang mendadak, tanpa pemberitahuan. Ahhh...bibi ini baik sekali. Sayang, dia udah kerja di orang lain. Dari dulu aku maunya dia kerja sampe sore cuma ngga enak, kesannya ngerebut pembantu dari tetangga. 

Dan, setelah bibi yang lama kembali, mual-mualku pun berhenti huehehehehehehe....

Thursday, July 31, 2008

Emak Sadis

Koosha punya kebiasaan yang bikin emaknya pusing, kalau udah ngantuk banget dia pasti motah, kelojotan, ampul-ampulan, anjrut-anjrutan alias ga bisa diem. Kadang-kadang pake bonus nangis segala.

Akhirnya aku nemu cara (yang sementara ini) ampuh untuk membuatnya tidur: didongengin. 

Pertama dongeng kisah si kancil dan buaya. Aman. Dongeng hari kedua cerita dari halaman belakang tabloid Nakita, kisah anak serigala yang ngga sabaran kepingin nyeberang sungai. Aman lagi. Hari ini, yang kepikiran adalah dongeng Timun Mas. Meskipun ngga hafal semua cincay lah bisa ngarang bebas.

Sampai adegan suami isteri itu dapet anak, Koosha masih anteng terkantuk-kantuk. Kadang-kadang dia tertawa, bikin emak yang sedang ngarang bebas ini melanjutkan dengan semangat.

"Iya, de, Buto Ijo datang ke rumah mereka, menagih janji mengambil Timun Mas."

Koosha masih terkantuk-kantuk.

"Sang isteri ketakutan. Ia panggil suaminya. Suaminya yang juga ketakutan memberanikan diri keluar menghadapi buto ijo, sementara sang isteri gemetar mengintip dari balik pintu." 

Koosha mulai menatapku terbengong-bengong. 

"Wahai buto ijo, bisakah kau menunda mengambil anak kami. Sekarang dia masih balita. Masih kurus. Dagingnya belum banyak. Belum bisa dimakan enak. Rasa dagingnya pun masih pahit. Datanglah sepuluh tahun lagi, Timun Mas pasti akan jadi anak yang sehat, gemuk, banyak dagingnya. Saat itu engkau pasti memakan Timun Mas dengan nikmat."

Koosha langsung nangis. 

Haha. Baru sadar kalau dongeng itu sangat tidak cocok sebagai pengantar tidur bayi. 

Dongeng pun kemudian berganti menjadi cerita Bawang Merah Bawang Putih. Tak lupa sebelum dimulai aku memberi petuah bijak kepada Koosha, 

"Jangan benci bawang merah, ya. Bawang merah juga enak buat masakan!"

Dan Koosha pun tertidur dengan tenang...


Monday, July 28, 2008

Damn!

Harga sekilo jeruk nipis sekarang 16 ribu! Damn, damn, damn!

Padahal selain fungsi pokoknya buat ngerendem ikan, jeruk nipis aku pake buat masak nasi dan bikin lemon tea. Huhu.

Kayanya tahun depan aku mau milih presiden yang bisa nurunin harga jeruk nipis. Untuk sementara calonku adalah pak RT depan rumah yg punya warung, barusan beli jeruk nipis 3 biji ga mau dibayar hoho

Sunday, July 27, 2008

Bingung

Gimana ya? Bibi yang baru ini belum pernah punya anak meskipun sudah berumur 40 tahun, belum pernah kerja di tempat yang punya anak juga. Punya keponakan sih, tapi ngga standby ngurusin.

Sebetulnya aku nyari yang bisa ngurus bayi. Dua bibi sebelumnya bisa, apalagi bibi bojong koneng, dia mah udah nganggep aku anak dan Koosha cucu sendiri.

Bibi baru ini tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan, dari tasik, udah bawa tas siap tinggal. Sempet kacau juga, aku pengen yang bisa pegang bayi tapi ga tega nyuruh dia pulang. Lumba-lumba bilang coba aja dulu, sambil diajarin.

Tapi, ya, itu, tiap aku nitip koosha pas aku mandi atau sholat, hatiku ketar ketir. Waktu ngajarin dia makein baju koosha dan kelihatan banget kakunya aku nahan nafas. Capwe deh..

Soal kerjaan lain mah dia bisa. Pernah kerja 3,5 tahun di orang lain. Gimana, y? Apa pulangin aja? Tapi, ah, ga tega. Kata Liya, temenku yg kebetulan main saat bibi datang, wajah si bibi wajah nrimo. Wajah baik dan gampang diajarin. I really hope she's right.

Surreal

Di kedua telingaku yang tersumbat earphone, mengalun sahdu doa tawasul. Di kedua mataku yang berkaca-kaca, tergambar wajah tidur polos anakku. I feel surreal.

Saturday, July 26, 2008

Aje Gile!

Ini pertamanya aku punya bibi yang nginep. Biasanya selalu yang pulang pergi. Dan aku bangun jam 6 rumah udah kinclong! (i know, i know bangun kesiangan. Biasanya jam 5 kok haha). Udah beberes, udah nyuci, udah nyapu halaman. Semoga bibi rajin selamanya hoho.

Wednesday, July 23, 2008

Selamat Hari Anak!

Ayo para orang tua berbaktilah hari ini kepada anak-anakmu. Relakan dirimu dijajah seharian oleh mereka hoho.

Tuesday, July 22, 2008

Selingkuh atau Bukan?

Kalau punya orang selain suami yang bisa membuatmu merangkai kata-kata indah, selingkuh bukan?

Kalau ada lagu, film, tempat, yang membuatmu teringat dengan orang lain lantas membuatmu sakit perut ingin menumpahkannya lewat puisi, prosa, atau cerpen, selingkuh juga bukan?

Bagaimana kalau orang lain yang mampu membuka keran kreatifmu dan bukannya suami. Patut atau tidak?

Kemampuan Menurun atau Ngga Bakat?

Heran sejak pindah rumah, masak teh gagal wae. hambar alias tiis ceuk urang sunda mah. Atau hasilnya hancur kaya perkedel sayur. Untung Adjeng mau ngabisin hihi.

Perasaan pas hamil masakan jarang gagal deh (perasaan?).

Hari ini nyemur daging malah kebanyakan kayu manis. Semur yang aneh...

Sunday, July 20, 2008

Akhirnya Ketemu

Akhirnya Koosha ketemu sama Kakeknya yang satu lagi, kakek Dede Anwar. Abis imunisasi langsung ke muthahhari, ceritanya sekalian keluar. Kakeknya langsung gendong dan sepertinya komat-kamit, entah berdoa entah sedang membaiat Koosha haha. 

Tapi, malam dan hari ini Koosha badannya hangat. Harusnya abis imunisasi tuh jangan dibawa-bawa main ya! Jeprut ibu dan ayahnya. Sia-sialah imunisasi 5 in 1 yang katanya ngga bikin anak demam huhuhu... 

Friday, July 18, 2008

Punya Siapa?

Bener-bener dah ni ayam. Tiap siang tengah hari bolong selalu berkokok tepat di depan kamar Koosha. Bikin anakku bangun dan susah tidur lagi!

Pengen aku sembelih aja tuh ayam! Jadiin ayam goreng tepung enak kayanya

Sial!

Kata Mira pake axis aja murah edun. Kata Chibi pake im3 aja satu rupiah per kb. Apa nyana sinyal axis ngga nyampe. Apa mau dikata sinyal 3G juga ga nyampe, mo browsing im3 pake GPRS bisa tambah bulukan!

Oh, oh, kenapa aku mesti pindah makin jauh dari peradaban sih?

Untunglah ada hiburan lain. Bisa YM pake three yang murah meriah, bisa ngegosip sama si domba lagi. Meskipun kata dia ngga asik banget nyela dengan delay 3 menit. Tapi, ya, gitu, namanya juga paket murah harus ada erornya dong...Indonesia! 


Sunday, July 13, 2008

Bulukan

Bener-bener bulukan nih aku. Janji lumba-lumba palsu. Katanya mau segera dipasang speedy, ternyata sampe sekarang belum juga. Huh! Ini posting dari telkominstan, ajegile bujubuneng lambat banget.

Here r some facts about our new place:

1. lebih dingin dari bojong koneng (lebih atas)
2. lebih rame jalanan depan rumah daripada bojong koneng, soalnya tukang roti lewat tiga kali dengan mobil dan speaker yang berisik!
3. Anginnya kenceng banget bo.
4. jalanan kompleksnya ngga turun naik 
5. ada tukang sayur yang harganya sama dengan harga pasar hoho.
6. lebih gede rumahnya, tapi jadi banyak yang ga dipake.
7. belum nemu pemandangan lampu2, gunung, dan matahari yang seindah bojong koneng.

Kadang-kadang aku kangen rumah di bojong koneng, kangen sama si bibi juga huhuhu...

Btw, KFC nyampe juga euy delivery service ke awiligar, huhuy!

Thursday, June 26, 2008

Countdown

Apakah kami akan buka toko kelontong?

Atau rental DVD?

Tentu tidak. Ini sebagian barang yang males banget kami packing.  Dua hari lagi kami akan berpisah dengan Bojong Koneng. Dengan jalan yang naik turun, pemandangan gunung  ciwidey, view bandung penuh sesak, dengan mang dan ibu sayur, mang bubur ayam, mang siomay, mang baso malang, mang bakpau, mang roti, dan mang eskrim walls. Tapi, yang paling menyedihkan adalah berpisah dengan bibi huhuhu.

Btw, bibiku ini bisa melihat makhluk-makhluk halus loh. Kata dia di sini ada satu. Tapi jin baik, jin islam. Hampir semua rumah di blok C6 jin-nya jin baik kecuali rumah sebelah yang baru dibangun. Bentuknya genderuwo, buto ijo.

Lalu dengan tenang si bibi melanjutkan hasil teropongannya,

"Di rumah kontrakan neng yang baru juga ada satu di belakang."

Gubrak!

Wednesday, June 25, 2008

ESQ

Hari ini sampai jumat lumba-lumba ikut training ESQ dari kantornya. Peserta yang ikut? Nu baradegong kabeh. Si lumba-lumba tea, jarang apel pagi, jarang masuk full dalam sebulan (pernah dalam sebulan cuma masuk seminggu), sering ngebantah dan ngomelin atasan, sering masuk apel doang, sering pulang siang.

Apakah setelah ESQ ini dia berubah? Atau di tengah-tengah training dia tidur seperti training-training sebelumnya? Kita lihat saja nanti. Mudah-mudahan ada yang kecantol dan dia berubah jadi pegawai yang memajukan bangsa dan negaranya. Amin.

Monday, June 23, 2008

Dokter yang Aneh...(atau Baik?)

Sejak sabtu aku dan lumba-lumba ngga enak badan. Tadi pagi ke dokter, tapi dokter Hartantonya libur seminggu. Mungkin ikut-ikutan liburan anak sekolah. Nanya Adjeng, katanya ada dokter senior di Dago.

Dokternya lembut banget, saking lembutnya, aku dan lumba-lumba beberapa kali harus meminta dia mengulang diagnosanya. Sudah begitu, cara dia bertanya dan memberikan analisa seperti canggung dan ragu-ragu. Aku dan lumba-lumba tanpa sadar beberapa kali bertukar pandang. Jadi ngga enak sendiri. Pas mau bayar,

lumba-lumba:  berapa dok?
dokter: ah, berapa aja.
ucing: (spontan dan kaget) Hah, kok berapa aja?
dokter: iya, di sini mah gitu, ga ada berapa2an. berapa aja.
ucing: yah, dok, jangan. berapa atuh?
dokter: ya sudah 20 ribu aja.
lumba-lumba: (heran) berdua, dok?
dokter: iya, karena masuknya barengan 20 ribu aja.
ucing: ngga ah, dok! 20rb kali dua aja yah...
dokter: (senyum lembut) ya sudah ngga apa-apa.

Dokter yang aneh....

Tapi, menurut tukang parkir, dokter itu terkenal dan bagus pisan. Aku inget dulu kayanya pernah ke sini nganter Adjeng. Waktu adjeng masih gadis dan lagi sakit panas (apa hubungannya masih gadis dan sakit panas?). Katanya sih dokter ini langganan mahasiswa.

Btw, karena dokter ini prakteknya deket SD, aku kabita jajanan sekolahan. Padahal udah didiagnosa radang tenggorokan. Da ari kabita mah hese nya ^_________^

Sunday, June 22, 2008

Akhirnya

Akhirnya dapet juga kontrakan baru, setelah sebulan ini kurilingan di Awiligar nyari rumah yang bersedia menampung kami selama 3 bulan. Yang punya rumah baik banget, meskipun terhitung masuk tanggal 1 juli, kami bebas mau masukin barang kapan saja. Kita minta ijin pasang speedy saja, langsung mereka setujui. Ya, internet adalah salah satu syarat utama yang aku ajukan pada lumba-lumba kalau kita pindah kontrakan. Kalau ngga ada internet, nanti aku bisa bulukan di dapur.

Tapi...males banget packing! Secara barangnya nambah dua kali lipat dari pindahan tahun lalu huhuhu...

Thursday, June 19, 2008

Ngga Nangis

Tadi pagi Koosha imunisasi DPT. Tiga kali imunisasi di Hermina, Koosha selalu nangis. Sejak kasus kejang kemarin, Koosha pindah dokter dan imunisasi tadi dia ngga nangis. Dokternya canggih, kecepatan menyuntiknya setara dengan kecepatan gelombang cahaya *dramatisir*.

Aku pun sejak kecil takut betul disuntik. Pernah waktu sakit tifus dan harus ambil darah, aku stress sampai muntah-muntah dan jari tangan kaku-kaku hehe. Baru di dokter Hartanto, di jalan anggrek (bandung),  aku berani disuntik, soalnya ngga kerasa sama sekali. Nah, sepertinya keahlian menyuntik dokter Kelly sama dengan dokter Hartanto itu. Secepat kilat.

Btw, mahal amat ya imunisasi 5 in 1 huhuhu....

Tuesday, June 17, 2008

Kok?

Firda, anak sepupuku yang baru kelas satu SD, disuruh makan sama tante-tantenya, dia menolak,

"Ngga, ah, aku lagi diet."

Dan benar dia memang diet, yang tadinya gendut jadi kurus.

Tami, keponakanku, kelas dua SD, suatu hari bertanya (serius) kepadaku,

"Tante, Tami gendut yah?"

Kok "kesadaran" akan bentuk tubuh sudah menimpa anak-anak sekecil itu?

Monday, June 16, 2008

(nek) Ne (ko-neko) (dike) Ro (yok)

Yo opo sih rek! Cah wedhok kok koyo ngene. Wagu tenan!

Banyak perempuan berjuang melawan kekerasan dari laki-laki, ini malah pukul-pukulan sesamanya.  Aduh, biyung...

Sunday, June 15, 2008

Mengenang Persalinan

Tiga hari sebelum bersalin, aku ke tempat sepupu yang baru lahiran. Sepupuku ini jago karate, tomboi, independent, pokoknya wonder woman deh. Tapi, pas lahiran dia bilang dia nge-rock. Tiap kontraksi dia teriak-teriak ngomelin suaminya.

Sejak awal hamil aku pun sudah berniat seperti itu. Kalau nanti aku bersalin aku akan ngomelin lumba-lumba, jambak-jambak, pukul-pukul, cakar-cakar, tendang-tendang. Tapi, bo, kenyataannya berkata lain. Karena stress, aku muntah-muntah. Mungkin sampai lima kali, yang terakhir malah muntah kuning saking udah ga ada yang bisa dimuntahin lagi. Jadilah aku nge-dangdut, ga sanggup nge-rock. Aku cuma sanggup bilang sakit dengan mendayu-dayu dua kali, sekali ke lumba-lumba sekali ke dokternya. Bukan karena aku tabah, tapi karena kehabisan tenaga.

Beruntung sekali lumba-lumba terlepas dari jeratan kekerasan dalam rumah tangga...

Tapi, karena terlepas dari KDRT itulah sehabis melahirkan, dengan semena-menanya lumba-lumba komentar,

"Kok, ngelahirin gitu doang? Ngga kaya yang dibilang orang-orang?"

Busyet!

Friday, June 13, 2008

Bagaimana angle terbaik, Anda?

Kalau saya sebisa mungkin tidak tampak depan. Bahu, lengan, dada, tidak fotogenik. Foto di atas merupakan kesalahan besar. Sedikit menyamping jauh lebih baik atau kalau perlu sebagian tubuh ngumpet di balik badan teman.

Bagaimana dengan Anda?

Thursday, June 12, 2008

Hantu

Teman lama mengirimiku imel. Sebetulnya agak canggung juga dia kusebut teman. Sebab ketika SMA dia mengenaliku melalui puisi-puisiku, dan aku kepadanya melalui komentarnya terhadap puisiku. Kami hanya pernah bertemu sekali. Ketika bertemu, dia bilang aku penuh kecanggungan. Ya, aku memang begitu. Setiap bertemu orang baru. Juga orang lama yang kukenal di dunia maya atau lewat tulisan belaka.

Dia bilang tinggal aku teman dari kebesaran masa muda. Dia juga bilang kini hidupnya melulu kebosanan dan ketidakpastian. Dia merindukan teman-temannya. Yang kini 'terpaksa' dia putuskan hubungan (Aku paham itu, hubungan mereka memang kompleks).

Ya, masa lalu kadang menghantui. Apalagi ketika masa sekarang kita anggap tidak memiliki makna, kemegahan, prestasi seperti masa lalu kita. Ah, sering akupun begitu. Mungkin di masa lalu kita berjalan anggun di karpet merah, sekarang kita berjalan di lorong-lorong sempit. Penuh amarah dan gelisah.

Teman, kau berdoa untuk kebahagiaan keluarga kecilku. Aku berdoa untuk kegelisahanmu.

Monday, June 9, 2008

Pikasebeuleun

Begini ini kelakuan PLN di Bojong Koneng. Siang tengari bolong tiba-tiba nyodorin kwitansi (lewat si bibi) 50 ribu tutup meteran + 10 ribu biaya pemasangan. Gw yang lagi asik makan kulit kacang, refleks noleh ke meteran. Udah dipasang bo!

Ucing ngomel: Apaan nih, Bang?
PLN blegug: tutup pengaman, bu.
Ucing bete: Kaga ah! ini bukan rumah saya.
PLN borokokok: Tapi harus dipasang, bu.
Ucing cembetut: akhir bulan ini saya juga pindah.
PLN jeprut: talangin dulu aja, bu.
Ucing ngamuk: NGGA!
PLN kabur: brrmmm...brmmm..(naek motor)

Bukan kali ini aja gw ribut sama PLN Bojong Koneng. Waktu baru pindah tahun lalu seminggu bisa 4 hari mati. Mending sebentar, kadang sampe setengah hari. Tiap gw telpon ada aja alasannya, yang pemadaman bergilir, perbaikan gardu, ujan, tiang listrik korslet, ayam mati, kucing beranak, jin lewat, kambing mengembik, harimau mengaum.

Kalau pemadaman kenapa daerah sini kebagiannya sering banget sementara mertua gw di pahlawan jarang banget mati lampu. Kalau perbaikan gardu mereka bilang sekali doang supaya ngga mati2 lagi nantinya, tetep aja mati. Waduk lah.

Tapi, kalau kita yang salah? Sigap banget PLN datengin kita. Pernah kita telat bayar, lupa karenalibur panjang tea. Besoknya, (ya, besok tanggal 21-nya!) dua orang yang katanya dari PLN ngetuk pintu ngasih tau kalau rumah ini mau diputus listriknya sekarang juga! Kecuali kalau bayar denda dan bla, bla, bla tertera di kwitansi. Busyeeeet...

Ya, jelas gw ogah bayar. Gw suruh aja mereka nelpon lumba-lumba. Laki gw juga ngamuk. Emang sih, kita yang salah telat (sehari). Tapi aturan yang bilang besoknya langsung diputus itu siapa, ontohod?!? Jelas-jelas di kwitansi itu tertulis listrik diputus setelah pengguna tidak membayar tagihan selama 6 BULAN bukan SATU HARI.

Giliran mati lampu, pengguna harus sabar. Giliran duit, pengguna harus segera bayar. Pikaseubeuleun!

Saturday, June 7, 2008

Jangan Khawatir (menenangkan diri)!

Hasil cek darah koosha alhamdulillah normal. Hasil EEG? Well, ada sesuatu tapi kata dokter ngga perlu khawatir, kita pantau saja setahun ini. Kata mamah berdoa aja yang banyak, semua bisa berubah, Tuhan Mahakuasa. No matter what, my beautiful child, we'll always love you. 

Friday, June 6, 2008

Balada Ulang Tahun

Waktu: sebelum Koosha masuk rumah sakit.

Lumba2: bu, nanti ayah ultah ngga usah kasih kado, yah.
Ucing: heh? emang kenapa?
Lumba2: Ya, kasihan aja ah sama ibu. uangnya buat belanja ajah.
Ucing: oooh...

Hening sesaat.

Lumba2: tapi kalau ibu mau ngasih kado, hape aja, ya bu.
Ucing: ...
Ucing: (setelah berhasil menguasai diri) Yah, ayah, aku kan udah niat mau beliin kemeja buat ayah kerja. Mau beli dua lagi.
Lumba2: (wajah berseri2) oh iya, boleh kalau gitu.
Ucing: ...


Waktu: Sesudah Koosha masuk rumah sakit alias keluar uang banyak

Ucing: Ayah jadi beli kemeja ga?
Lumba2: Ngga usah, ulang tahun ngga penting. yang penting anak
Ucing: Oh...ya udah.

Sore, keluarga dari depok dateng. Sepupu ucing minta dianter lumba2 nyari celana.

(hape ucing bunyi)
Ucing: Haloh sapah disituh?
Lumba2: Disitu sapah?
Ucing: Ucing
Lumba2: ini lumba2.

Dialog di atas bohong belaka. ini yang bener:

Ucing: Ayah di mana? dapet ngga celananya?
Lumba2: Ngga dapet, celana buat ima juga udah kosong.
Ucing: Oh, ya udah, cepet pulang ya.
Lumba2: Bu, tapi ayah beli kemeja...
Ucing: ...

Thursday, June 5, 2008

Bayi Elektrik

Kemarin subuh, ngga ada ujan ngga ada angin Koosha kejang-kejang waktu ditaruh setelah digendong ayahnya. Whoaaa....emak ama ayah baru ini langsung panik! Eh, emaknya aja ding, ayahnya mah rada kalem. Pake ada acara nangis segala. Abis serem bo, kaya tersumbat gitu pernafasannya, ada berbuih2nya pula. Menakutkan.

Sebetulnya lima menit kemudian kejang-kejangnya berhenti. Gw sempet ragu Koosha jadi dibawa ke dokter atau ngga, tapi ayahnya bilang bawa aja, takut kenapa2. Untung aja di bandung ada dokter buka jam 6 pagi hoho.

Dokter nyaranin cek up ke boromeus. Periksa darah dan EEG. Foto ambil darahnya ngga ada, soalnya gw ga berani masuk. Koosha ditemenin mamah mertua.

Sayang, fotonya kurang jelas. Ngga sempet bawa digicam sih (ya, iya lah...emangnya mau piknik!).

Tuesday, June 3, 2008

Ya, Saya Setuju

Saya percaya pada pluralisme. Karena itu meskipun saya teguh berkata bahwa keyakinan saya adalah yang paling benar, saya tidak bisa menghakimi keyakinan orang lain dengan hukum-hukum keyakinan saya.

Tapi, saya setuju jika FPI atau kelompok-kelompok kekerasan lainnya dibubarkan. Bukan karena keyakinan FPI yang ingin saya bubarkan, tapi karena pelanggaran hak asasi manusia yang mereka lakukan. Melanggar hak orang dalam memiliki kepercayaan, menghancurkan hak pribadi seseorang dalam mencintai Tuhan.


Gambar diambil dari situs Forum Bebas Indonesia.

Saturday, May 31, 2008

Bingkisan dari Mbak Ratna

Asik...Koosha dapet bingkisan dari Mbak Ratna Januarita. Makasih banyak, ya, Mbak! Mmuach, mmuach. Mbak baik sekali, padahal kita belum pernah bersua huhuhu...

Bingkisannya dititipin lewat Adjeng, pas abang Chemy ultah. Mungkin diniatin ngasih langsung, tapi Koosha datengnya hari sabtu sore, ngga bisa dateng pas hari H.

Ngomong2 soal ultah, buat Mamahnya Chemy, kok Koosha ga dapet goodie bag sih...padahal Koosha kan udah mupeng liat goodie bag banyak banget di kamar, whoaaa...*nangis kelojotan*.

Thursday, May 29, 2008

Romansa Kami

Romansa lumba-lumba dan ucing begitu indah dan menakjubkan. Bukan bermaksud sombong loh, cuma ingin berbagi pengalaman. Mungkin bisa jadi contoh rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah hoho.

Misalnya hari ini. Ceritanya gw ulang tahun, subuh lumba-lumba mengantarkan kue ulang tahun. Tanpa lilin. Tanpa kartu. Juga tanpa kecupan apa-apa. Itupun setelah gw tagih kenapa ngga ngucapin selamat ulang tahun, padahal biasanya jam dua belas teng udah ada kue, lilin dan kecupan manis di kening. Udah gitu sekarang mah kue diberikan setelah gw ngurusin koosha yang habis pup. Betapa romantisnya...

Siangnya, si lumba-lumba yang malas bekerja ini, ngajakin keluar. Kata dia terserah mau kemana. Langsung, dengan semangat 100 tahun kebangkitan nasional, gw samber ajakannya, kita ke kota kembang aja! Romantis, bukan?

Ketika akhirnya kami pulang ke rumah, Koosha tengah tertidur lelap. Kukecup pipinya, kubisikkan kalimat penyesalan, Nak, maafkan Ibu telah membelanjakan uang pampers dua bulanmu buat beli dvd bajakan. I love you.

Wednesday, May 21, 2008

Dasar!

Masa, ya, si lumba-lumba baru tau kalau minyak goreng [nyaris semua] terbuat dari kelapa sawit. Dia pikir semuanya dari kelapa. Selama ini dia ngga pernah tau manfaat kelapa sawit sampai gw timpuk pake bantal dan puas gw ketawain. Dasar mamalia laut!


ps. ini termasuk aib suami kaga, ya? ^__________^

KOOSHA (2)

Kepada lelapmu
berhamburan cintaku
yang halus
Seperti gemulai gerimis
yang menari di antara
samar cahaya

Saturday, May 17, 2008

KOOSHA (1)

Tadi malam aku berenang di matamu yang terbuka
jauh ke palungmu yang dalam
penuh waktu yang tak pasti
dan kosong tanpa mimpi

Nak, di matamu itu
nanti akan terpantul
waktu dan mimpi yang terluka
perih dan sakit menganga

Tetaplah bermimpi

Aku berjanji
dengan tangan renta 
dan kerutan di buku-buku jariku
aku akan setia membalur 
jejak luka dan sakitmu

Monday, May 12, 2008

Maafkan Daku

Waktu hormon hamil lagi kenceng2nya gw berkoar-koar kaya entog akan menjadi ibu yang
baik, dengan kategori baik menurut gw adalah menyeimbangkan urusan anak dengan hobi baca dan nonton film. Hobi jalan-jalan dan ngegosip. Hobi masak dan minta masakan orang.

Yang lebih parah, imajinasi gw tentang ibu yang baik itu membuat gw mengernyitkan kening untuk ibu-ibu yang stuck dengan anaknya, melecehkan ibu-ibu yang tidak mampu menyalurkan hobi karena harus ngurus anak.

Dan betul kata orang, jangan pernah macam-macam sama kaum ibu, bisa kualat bo!.

So, here i am. Bete anak ngga tidur-tidur. Stres anak nangis tengah hari bolong. Keki
anak pipis dan pup mulu. Sebel anak nyusu ga berenti-berenti sementara gw nyaris jatuh
nimpa muka dia saking ngantuknya. Belum lagi ribut sama emak gw. Belum lagi kesepian
jadi jablai, cuma ditengokin lumba-lumba pas wiken doang. What a mess.

Jadi, maafkan daku, wahai ibu-ibu. Kesombongan telah menelan gw mentah-mentah...


Saturday, May 10, 2008

I'm Back!

Saudara-saudara, aku kembali dengan membawa anak dan kelebihan lemak 12 kilogram...

Monday, March 17, 2008

Bentar Lagi Mudik

Lima hari lagi mudik ke Depok. Makin dekat dengan due date, makin takut gw. Secara dosa gw bejibun, belum tobat pula *nangis*. Ntar kalau gw mati pegimane ye....gw reunian ama para pembajak ngga, ya?

Trus makin ngga keurus deh MP tercinta ini. Ah, jangan diniatin ngga keurus deh. Bilang aja cuti hehehe...

Bakal kangen cela2an ama adjeng dan pipi nih!

Sunday, March 9, 2008

Untitled

Sejak internet 24 jam dicabut, dalam tempo sepuluh hari kerasa betul hasilnya di badanku. Biasanya dalam sebulan naek empat kilo dan dapat pelototan suster di rumah bersalin, kemaren sore ditimbang beratku cuma naik dua kilo, huhuy!

Manfaat lain, bayiku udah ngga sungsang lagi. Pagi-pagi yang kutuju sekarang bukan PC, tapi tukang sayur. Abis belanja belanji, jalan-jalan deh. Di rumah juga udah mulai masak lagi, mulai coba-coba resep lagi, dan...ngepel pake tangan.

Ternyata ngepel pake tangan tidak cuma ngepel maju mundur saja. Instruksi dari si bibi dan mamah mertua, pantat dan pinggul harus goyang-goyang. Pertamanya agak susah juga karena sebelumnya jarang bergerak, tapi akhirnya bisa juga. Sekarang aku udah mirip inem pelayan seksi yang suka ngepel goyang-goyang pinggul haha..

Monday, February 25, 2008

Pertobatan

Ke Dalem Kaum tutup, ke Burangrang tutup, Ke Jln. Banda tutup, ke depan Aloysius tutup juga. Apakah malam itu sedang diadakan rapat internal para pembajak? Membahas bagaimana cara bermain hide and seek gaya baru dengan polisi mungkin? Atau tengah menggodok rencana strategis "kontribusi pembajak demi membangkitkan perekonomian nasional?"

Setelah berputar-putar tak tentu arah, akhirnya aku dan lumba-lumba memutuskan untuk melakukan pertobatan: menyewa film original! ho ho ho ho. Nyewa empat film; The Warlords, Burung-burung Kertas, Long Road to Heaven, dan KALA. Dua resensinya sudah diposting di sini.

Friday, February 15, 2008

Yah....

Yah, ariel sama sarah amelia akhirnya akan cerai juga....

Thursday, February 14, 2008

Selamat Hari Kasih Sayang

Valentine itu cokelat? Mawar merah dan lilin berpendar redup? Kartu cantik dengan ucapan manis? Cake lembut menggoda? Hadiah mungil yang disodorkan bersama sayup lagu cinta?

Tidak, saudara-saudara. Valentine-ku sungguh sepi. Ditinggal lumba-lumba ke luar kota sejak kemarin. I'm home alone. Ditemani tiga buku agatha christie dan satu sherlock holmes, valentine-ku penuh mayat dan darah.

Tidak ada lilin yang lindap, semua lampu menyala sebab sendirian membuatku ngeri. Suara binatang menyambut kemarau saja bikin aku melompat kaget, belum suara angin menghantam kaca jendela. Ow, seraaamm...aku jadi bertanya-tanya, ini malam valentine atau malam hallowen? Untunglah aku segera ingat, bibi sudah menanam pohon kelor di pot dekat pintu. 

Malam nantipun tidak akan ada acara ke kafe dengan taburan lilin dan obor. Tidak ada steak atau salad. Yang mungkin akan kulakukan adalah membuka gorden rumah, melihat citylight dengan sepasang lilin kurus. Bukan karena romantis, sebab hari ini dinner-ku nasi tutug oncom, ikan asin, tempe tahu, dan sambel terasi. Aku butuh cahaya lilin untuk mengusir lalat.

Happy Valentine, teman-teman. Aku sayang kalian semua.


Friday, February 8, 2008

Chicklit

Abis baca chiklit (labelnya metropop sih bukan chicklit) dan gw ga bisa berhenti bacanya hahaha...kalau kata si domba, chicklit itu banyak yang memang bagus cara penulisannya tapi ya gitu, ga ada isinya. Dia bilang mirip makan rambutan, enak tapi ga ada vitaminnya.

Memang, persoalan membaca adalah persoalan selera, dan selama ini selera gw ga ke chicklit. Habis, tiap liat chicklit di toko buku, baru 2 halaman udah ga sanggup bacanya. Gw tentu saja tidak akan memandang rendah mereka yang seneng dengan jenis bacaan ini. Sekali lagi ini soal selera belaka.

Cuma, ya itu, ternyata chicklit kemarin mampu membuat gw tidak beranjak dari tempat tidur dan melupakan lumba-lumba haha.

Perlu disebutin ngga ya, chicklitnya. Yang nulis salah satu contact multiply gw sih. Ga enak ah, masa gw nyamain buku dia ama rambutan hihi..

Terus habis baca novel Muhidin Dahlan, Tuhan, Izinkanlah Aku Jadi Pelacur. Ya, gw emang telat banget baru baca. Anyway, this novel so annoying!  Mungkin lebih annoying daripada Ayat-ayat Cinta. Maksa dot com deh.

Thursday, January 31, 2008

Capwe Dehhhh...

Baru pulang dari pameran buku di Braga. Capek dan mual-mual. Jarang jalan kaki jadi eungap deh kurilingan.

Garing pisan pamerannya. Sebenernya udah lama garing sih, terakhir dateng ke pameran itu kira-kira taun 2000. Padahal dulunya rame banget, desek2an plus murah2 lagi. Sekarang? Buku-buku baru mah mending beli di Palasari deh.

Untung masih ada penerbit Obor, aku beli beberapa novel, yang udah pernah kupunya tapi ngga balik dipinjem orang. Murah-murah lagi. Bapak yang jaga ramah pula.

Bagus sih pamerannya garing, aku jadi ngga kalap beli buku. Cuma beli 12 buku-buku lama hehe.

Mulai Bosan

Duh, mulai bosen sama layout ini hehe. Mulai deh nyari gara-gara ke diri sendiri. Padahal yang ini pun nyarinya lama. Ya, maklum tinggal di Indonesia, koneksi internetnya lambreta, buka page multiply apalagi. Lemoooot...

Apalagi ada situs yang baru, yang ini diabaikan deh. Sibuk otak-atik, sibuk mengagumi hasilnya haha *narsis rule!*

Btw, si Maia Ratu udah punya vokalis baru ya. Namanya Mey Chan. Kuper banget gw, ga pernah nonton tivi gara-gara antenanya rubuh pas ujan es. Tapi, single baru mereka biasa aja, ngga seheboh pertama kali ngeluarin single sama Mulan Kwok (or is it Jameela, now?).

Btw lagi, masa Mayangsari ngelayat Soeharto di cendana?

Hahahahahaha...kok gw gosip banget, kaya ngga ada yang bisa diposting lagi aja (emang ngga ada sih).

Sunday, January 27, 2008

Pengen Misro

Dari kemarin pengen banget misro. Itu loh, yang dibikin dari singkong, diisi sama gula merah, terus digoreng. Sampe rasanya rasa manis misro samar merasuki hidungku bersama hembusan angin hujan di sore hari *taelaaaah*.

Hari ini ngubek-ngubek Gasibu juga ga nemu. Emang sih, selama tinggal di Bandung, aku belum pernah nemu yang jualan misro *keluh*.

Kalau udah mau 7 bulan masih disebut ngidam ngga, ya? Tapi, dipikir-pikir ngidamku sebetulnya ngga aneh-aneh: cuma lontong isi oncom yang rasanya kaya di depok, mie ayam kampung yang rasanya kaya di depok, dan duren yang dibeliin bapakku yang tinggal di depok. Soalnya rasa oncomnya beda, mie ayam di sini rasanya canggih teuing, dan duren ngga ada yang seenak pilihan bapakku, secara dulu dia tukang duren (halah, "secara"!)

Anyway, pak Harto meninggal juga, ya. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga diluaskan kuburnya.

Wednesday, January 23, 2008

Telah Berpulang ke Pangkuan Tuhan

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke pangkuan Tuhannya, Heath Ledger aktor asal australia berumur 28 tahun.  Ledger ditemukan meninggal di apartemennya Selasa 22/01/08 pukul 3.30 sore waktu New York. Ia diduga tewas karena overdosis pil tidur.

Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan. Dan semoga di sana dia bertemu aktor, sutradara, dan penulis skenario yang sudah mendahuluinya  hingga mereka bisa berkolaborasi bikin film keren. Sekeren Beranak dalam Kubur.

Kalau ada yang belum tahu siapa itu Heath Ledger, klik di sini.

Saturday, January 19, 2008

Remembering Jogja

Duh, lagi kangen banget sama bubur ayam jogja. Yang isinya bubur encer sama gudeg, sama opor ayam kampung, sama krecek pedes *ngiler*. Pagi-pagi dibonceng mbak ke deket lapangan, tempat saya dulu paling males disuruh lari keliling. Terus pura-pura lagi datang bulan haha.

Lagi kangen banget sama es sirsak pake batu es gede-gede bikinan si mbak. Sama sawo kecil-kecil yang maknyus.

Kangen sama rujak duwet (buah jamblang) sama es degan-nya kantin sekolah yang adem itu.

Kangen juga makan nasi kucing deket lapangan UGM malem-malem sama Niya. Atau sego pecel (bu wiryo gitu?) belakang UGM juga.

Kangen sama indomie rebus ceker bikinan pembantu-nya ibu nyai (teuing nyai siapa ya, lupa lagi).

Tapi, sumpah dah. Saya ngga kangen sama sekali dikurung di ruangan 3 X 6 meter bersama 10 orang. Ngga kangen pulang sekolah ngga boleh ngeceng. Ngga kangen dihukum ngebersihin kamar mandi. Ngga kangen diskors 3 bulan ngga boleh keluar, gara-gara ketahuan pacaran.

Nggaaaaaaaaaaa......sama sekali ngga!

Friday, January 18, 2008

Too Much Expectation Will Kill You

Kurang tegang
Kurang mencekam
Kurang gelap
Kurang berdarah-darah
Kurang mengharu biru

Requiescat in pace, Harry Potter!

Tuesday, January 15, 2008

Johnny Depp dan Mamma Mia

Ngga ada maksud bikin bosen para pembaca yang budiman. Tapi, saya mau ngomongin Johnny Depp lagi. Jikalau pembaca yang budiman merasa bosan, silahkan keluar dulu cari udara segar. Tarik nafas dalam-dalam, keluarkan pelan-pelan. Supaya hati tenang, otak jernih, dan pikiran matang. Karena hanya orang yang sedikit ngga waras saja yang ngga suka sama Johnny Depp haha.

Cinta saya itu baru saja memenangkan golden globe awards 2008 kategori best actor in musical/comedy, dalam filmnya Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street. Belum liat sih filmnya. Untuk resensi film itu, silakan klik  di sini . Kalau baca kritiknya sih kelihatannya keren abis.

Lalu apa hubungannya Johnny sama Mama Mia? Ngga adalah. Dan ngga usah diada-adain juga.

Cuma ngga habis pikir, acara MamaMia di Indosiar itu mulai jam 6 sore sampe setengah satu pagi? Edun bin suredun! Nonton seperempat jam aja saya udah muak. Minggu kemaren saya terpaksa nonton karena keponakan saya yang masih SMP (cowo pula) demen banget. Selagi saya berpikir cuma anak ABG yang demen, malem ini temennya lumba-lumba nonton tuh acara sampe ketawa ngakak, bikin saya yang lagi asik tidur kebangun. Damn!

Waktu MamaMia versi pertama, saya lihat pas mereka udah 4 besar. Itu juga cuma bagian nyanyinya. Giliran lagi pada ngebacot, saya pindah channel atau kalo udah muak saya matiin dan tidur. But now....it's way too much! Mending banyolannya lucu. Mending omongannya bermutu. Mending suaranya merdu. Aarrrrrrrrrrggghhhh!

Duh, ini karena Mamamia-nya atau karena saya kesel kepaksa bangun, ya?

Sunday, January 13, 2008

Lieru Sana, Lieur Sini

Halah, lieur euy, ngedit CSS-nya lumba-lumba. Loba kahayang, loba gonta-ganti. Siga pamajikanana weh...suami-isteri teh meuni kompak ngalieurkeun batur.

*ngomong apa sih gw?*

Masa baru baca kumcer Pulang-nya Happy Salma *kemane aja, lu?* Suka sirik ada orang yang pertama nulis buku terus dapet pengakuan *sirik weh terus, usaha henteu*. 

Baru beli dua novel juga nih.  Life & Times of Michael K-nya J.M. Coetzee sama Destroy, She Said-nya Marguerite Duras. Dua-duanya diterbitin sama Jalasutra.

Cuma saya aja atau gimana, ya. Baca terbitan Jalasutra teh sok lieur. Kadang-kadang tulisannya rapet teuing, kadang kecil teuing, kadang terjemahannya juga lieur teuing. Ngga maksud menjelek-jelekkan Jalasutra. Saya malah lebih sering beli buku dari mereka. Apalagi buku-buku sosial budayanya bagus-bagus. Cuma, ya, itu. Sok lieur weh. Ngga nyampe kali, ya, otaknya.

Okeh deh, enough for the curhat. eike mo balik ngedit CSS lumba-lumba dulu.

Thursday, January 10, 2008

Emak Tak Tahu Diri

Emak macam apa gw ini, dalam sebulan naek 4 kilo sementara anaknya cuma 5 ons. Ckckckck...
Disuruh diet cemilan sama kerupuk deh. Nasib, nasib. Padahal makan tanpa kerupuk bagai nonton film tanpa Johnny Depp *keluh*.

Selamat tahun baru Hijriyah, ngomong-ngomong.

Scattered Brain

Aarghhh....too many ideas. Too many things to wrote. But too easy to get bored.

Weleh, weleh, ke laut aja lu, naz! Berenang ama lumba-lumba sonoh. 

Wednesday, January 9, 2008

Ada yang Punya?

Ada yang punya resep berbahan dasar daging lumba-lumba, ngga?

Tuesday, January 8, 2008

Si Pembosan

Dasar si pembosan, akhirnya ganti layout lagi deh. Padahal yang kemarin, atau yang kemarin, dan yang kemarinnya lagi, nyarinya aja bikin leher pegel-pegel. Celingak-celinguk di costumized theme page sampe bikin mata kunang-kunang.

Belum lagi nge-layout yang di wordpress. Punya situs kok ngga cukup satu, kaya yang bakal rajin di isi aja *sigh*.

Anyway, banner tulip itu dapet dari temenku, Cut. Dia moto sendiri bunga itu di DC, so it's a copyrights darling!

Malaysia = Malingsia?

Reog Ponorogo dari Malaysia? Batik juga? Loh, kemarin juga lagu Rasa Sayange? Apa Malaysia sebegitu tololnya mengklaim budaya yang sudah 'dikenal' bangsa Indonesia sebagai warisan leluhurnya? Apa kita sebegitu tak acuhnya hingga so outrageous dengan klaim itu?

Bagaimana jika memang terjadi pertumbuhan budaya yang mirip dengan budaya kita di Malay? Sebab alkisah orang-orang ponorogo yang mengadu nasib di sana, yang kemudian beranak pinak di Johor, memainkan reog sebagai sebuah kerinduan terhadap tanah asal. Mungkin saja kemudian ada proses blending antara budaya reog asli dengan budaya Malaysia lalu membentuk tarian baru. Sama seperti keroncong yang katanya berasal dari Portugis, tapi juga sudah bertransformasi ke bentuk keroncong yang sekarang ada. Kalau sudah begini kita bisa apa?

Apa itu budaya ngomong-ngomong? Salah satu definisinya adalah a way of life of a group of people--the behaviors, beliefs, values, and symbols that they accept, generally without thinking about them, and that are passed along by communication and imitation from one generation to the next.
Kalau sudah begini gimana caranya kita menghujat Malaysia, yang penduduknya saja serumpun dengan suku Melayu yang kebanyakan ada di Kepulauan Riau. Kan dari Indonesia-indonesia juga? Atau adanya orang Bugis dan orang Jawa yang jadi TKI di sana. Apa kita tidak jadi menghujat diri sendiri? Ada keroncong, ada barongsai, ada dansa-dansi. Ada marawis, ada gambus, ada dangdut. Belum lagi pengaruh pop-culture dari barat (atau timur; Jepang dan Korea?) terhadap cara hidup anak muda (urban) sekarang.

Entahlah. Mungkin selama ini kita sudah merasa sedemikian hancur martabat dan harga dirinya di mata dunia. Bangsa terkorup, Bangsa dengan polusi tinggi, Bangsa miskin, Bangsa tolol, hingga ketika masih ada yang (seharusnya) bisa dibanggakan, yaitu seni dan budaya yang luar biasa kaya, lalu diklaim orang, kita jadi marah bukan kepalang.
----------
ini postingan dari www.nazlasyihab.blogspot.com sebelum akhirnya blog itu saya matikan *hiks, hiks*

Sunday, January 6, 2008

Berdoa

Hari ini saya mau berdoa supaya Pak Harto diberi kesembuhan agar segera dapat disidang kembali. Atau paling tidak jika waktu tak berpihak padanya, beliau berkenan memberi tahu nomor rekening yang disembunyikannya untuk menyimpan uang negara.

Saturday, January 5, 2008

Sejak dikirimin resep Crepe Saus Lemon sama Cut minggu-minggu kemaren, aku udah niat banget mau bikin. Sampe beli teplon baru, spatula baru, piring baru, baju baru (loh?).

Jadilah pagi ini aku masak crepe, untuk suami, untuk diriku, dan untuk menuntaskan rasa penasaran.

Crepe baru di taro di wajan: "nanti yang rasa cokelat dikirim ke bawah, ya?" 

*Melirik tajam ke lumba2*: "Ini bukan martabak!". Dia nyengir sambil berlalu dengan santai ke ruang kerja.

Crepe baru dapet dua: "Kok rasanya gini?". Berlalu lagi dengan santai.

Crepe dapet tiga: "Yang garing dong!" 

*cemberut*: "Ga enak?"

Lumba-lumba: "Rasanya gini, kalo garing pasti beda". Lagi-lagi berlalu dengan santai.

Aku merutuk-rutuk dalam hati, rese juga nih suami.  Dan saudara-saudara, kelemahanku adalah memiliki kecenderungan sadis yang berbahaya, maka jadilah saus lemonnya sengaja ngga aku bikin manis. 

Lumba-lumba: "Aduh, asyeemmm..."

*menyeringai*: "Syukurin!"

Wednesday, January 2, 2008

Daun Kelor

Hari ini masak sayur daun kelor campur nangka muda sama pepes ikan mas. Enaaakkk...
Waktu lumba-lumba pertama kali mudik lebaran ke bekasi *keluarga besar ibuku* dia terheran-heran, kok daun kelor dimakan? Ternyata di Bandung ngga ada ya, yang makan daun kelor? Padahal kan enak. Rasanya mirip-mirip daun katuk.

Pantes aja aku ngga pernah nemu orang jualan daun kelor di Bandung. Nah, kemarin iseng nanya ke si bibi ada yang punya pohon kelor ngga? Diketawain aku sama bibi mau makan daun kelor. Da eta mah buat jurig atuh, neng. Lho, belum tau dia kalau aku ini sejenis jurig.

Dibawain juga sih besoknya sama dia, gratis lagi. Baik banget bibiku ini suka ngebawain sayuran gratis. Eh, di sini juga aku susah banget nemu bumbu temu kunci. Di depok mah ngampar*.

Tapi, hati-hati ya yang punya susuk. Jangan makan daun kelor, nanti pada rontok semua.

*Ngampar adalah bahasa betawi depok untuk berserakan (-penulis)

Tuesday, January 1, 2008

Kaki Bengkak

Baru sadar hari ini kakiku bengkak. Baru pertama kali nih. Tapi aku sadar banget kenapa jadi bengkak. Salah satunya duduk kelamaan. Dua hari ini aku online dari subuh sampe jam 10 malem *nyengir*, dengan keripik kuningan dari teh api, chitato rasa keju amerika, dan cheetos, juga rasa keju.

Belum lagi biasanya tiap pagi jalan ke tukang sayur, sekarang jadi males. Kemarin lumba-lumba manyun waktu aku bilang "yang masak bibi aja, ya?" karena aku ngga mau beranjak dari komputer. Tapi masak juga sih akhirnya, ga enak ngga ngapa-ngapain buat suami.
Cukup ngilu euy, apalagi pas solat. Harus diet garam lagi nih. Diet santen juga. Tapi diet internet? Hmmm...kayanya ngga deh hehe.

Situs blogspotku kayanya mo diisi sedikit serius, sementara di sini jadi ajang unek-unek ajalah. Maklum ibu dan isteri, ada aja yang pengen diomongin. Daripada pusing nunggu tanggal gajian. Iya, ngga?

Hari ini sepupu tercintaku, Umi, melahirkan anak pertamanya, cowo. Dan semalam sahabatku, Sari Vicia, juga melahirkan anak keduanya, cewe. I'm so happy.  

Btw, selamat tahun baru ya. Semoga jadi lebih rajin tahun ini. Rajin ibadah, rajin olahraga, rajin silaturahmi, rajin cari duit, rajin online, rajin ngerumpi (yang baik-baik tapi yah).