Hari ini masak sayur daun kelor campur nangka muda sama pepes ikan mas. Enaaakkk...
Waktu
lumba-lumba pertama kali mudik lebaran ke bekasi *keluarga besar ibuku*
dia terheran-heran, kok daun kelor dimakan? Ternyata di Bandung ngga
ada ya, yang makan daun kelor? Padahal kan enak. Rasanya mirip-mirip
daun katuk.
Pantes aja aku ngga pernah nemu orang jualan daun
kelor di Bandung. Nah, kemarin iseng nanya ke si bibi ada yang punya
pohon kelor ngga? Diketawain aku sama bibi mau makan daun kelor. Da eta mah buat jurig atuh, neng. Lho, belum tau dia kalau aku ini sejenis jurig.
Dibawain
juga sih besoknya sama dia, gratis lagi. Baik banget bibiku ini suka
ngebawain sayuran gratis. Eh, di sini juga aku susah banget nemu bumbu temu kunci. Di depok mah ngampar*.
Tapi, hati-hati ya yang punya susuk. Jangan makan daun kelor, nanti pada rontok semua.
*Ngampar adalah bahasa betawi depok untuk berserakan (-penulis)
No comments:
Post a Comment