Monday, February 25, 2008

Pertobatan

Ke Dalem Kaum tutup, ke Burangrang tutup, Ke Jln. Banda tutup, ke depan Aloysius tutup juga. Apakah malam itu sedang diadakan rapat internal para pembajak? Membahas bagaimana cara bermain hide and seek gaya baru dengan polisi mungkin? Atau tengah menggodok rencana strategis "kontribusi pembajak demi membangkitkan perekonomian nasional?"

Setelah berputar-putar tak tentu arah, akhirnya aku dan lumba-lumba memutuskan untuk melakukan pertobatan: menyewa film original! ho ho ho ho. Nyewa empat film; The Warlords, Burung-burung Kertas, Long Road to Heaven, dan KALA. Dua resensinya sudah diposting di sini.

Friday, February 15, 2008

Yah....

Yah, ariel sama sarah amelia akhirnya akan cerai juga....

Thursday, February 14, 2008

Selamat Hari Kasih Sayang

Valentine itu cokelat? Mawar merah dan lilin berpendar redup? Kartu cantik dengan ucapan manis? Cake lembut menggoda? Hadiah mungil yang disodorkan bersama sayup lagu cinta?

Tidak, saudara-saudara. Valentine-ku sungguh sepi. Ditinggal lumba-lumba ke luar kota sejak kemarin. I'm home alone. Ditemani tiga buku agatha christie dan satu sherlock holmes, valentine-ku penuh mayat dan darah.

Tidak ada lilin yang lindap, semua lampu menyala sebab sendirian membuatku ngeri. Suara binatang menyambut kemarau saja bikin aku melompat kaget, belum suara angin menghantam kaca jendela. Ow, seraaamm...aku jadi bertanya-tanya, ini malam valentine atau malam hallowen? Untunglah aku segera ingat, bibi sudah menanam pohon kelor di pot dekat pintu. 

Malam nantipun tidak akan ada acara ke kafe dengan taburan lilin dan obor. Tidak ada steak atau salad. Yang mungkin akan kulakukan adalah membuka gorden rumah, melihat citylight dengan sepasang lilin kurus. Bukan karena romantis, sebab hari ini dinner-ku nasi tutug oncom, ikan asin, tempe tahu, dan sambel terasi. Aku butuh cahaya lilin untuk mengusir lalat.

Happy Valentine, teman-teman. Aku sayang kalian semua.


Friday, February 8, 2008

Chicklit

Abis baca chiklit (labelnya metropop sih bukan chicklit) dan gw ga bisa berhenti bacanya hahaha...kalau kata si domba, chicklit itu banyak yang memang bagus cara penulisannya tapi ya gitu, ga ada isinya. Dia bilang mirip makan rambutan, enak tapi ga ada vitaminnya.

Memang, persoalan membaca adalah persoalan selera, dan selama ini selera gw ga ke chicklit. Habis, tiap liat chicklit di toko buku, baru 2 halaman udah ga sanggup bacanya. Gw tentu saja tidak akan memandang rendah mereka yang seneng dengan jenis bacaan ini. Sekali lagi ini soal selera belaka.

Cuma, ya itu, ternyata chicklit kemarin mampu membuat gw tidak beranjak dari tempat tidur dan melupakan lumba-lumba haha.

Perlu disebutin ngga ya, chicklitnya. Yang nulis salah satu contact multiply gw sih. Ga enak ah, masa gw nyamain buku dia ama rambutan hihi..

Terus habis baca novel Muhidin Dahlan, Tuhan, Izinkanlah Aku Jadi Pelacur. Ya, gw emang telat banget baru baca. Anyway, this novel so annoying!  Mungkin lebih annoying daripada Ayat-ayat Cinta. Maksa dot com deh.