Sunday, November 25, 2007

Sebelum Tiba Sudah Rindu

Ke sini, Nak! Di bawah pohon ada benang yang mengikat pikiran milik ibu. Maafkan Ibu yang seringkali melayang melupakanmu. Ibu belum tahu bagaimana cara membawamu terbang, bertamasya ke pinggir hutan.

Suatu hari nanti, Nak, kita berdua akan bertengkar tentang jalan mana yang paling cepat menuju rumah kayu tempat ibu menyimpan rahasia.

Cepatlah datang, Nak! Sebelum melihatmu, Ibu sudah merindukanmu

Sunday, November 18, 2007

Duh....

Rasanya malas menjelaskan. Kalau kepala sudah mampat, kalau hati sudah digedor kencang, apa masih bisa menerima penjelasan. Padahal tadinya aku ingin menjelaskan, ingin meluruskan ada apa di balik kertas bernomor, di balik tetek bengek perjanjian. Tapi, mendengar reaksi orang-orang, bahkan suamiku sendiri, mendadak lenyap inginku itu.

Entah apa keputusanku ini benar. Tapi ada ketidakpedulian yang melesak tiba-tiba. "Bukan urusanku, ah!" Begitu godanya berulang-ulang. Benarkah? Lalu kenapa ketidakenakan juga menyelinap di jedanya?

Well, terlepas dari itu, semoga ada manfaat dari kehadirannya, dari semangat dan pengalamannya.

Friday, November 16, 2007

Susana: Hantu yang Waras

Orang-orang yang udah bisa nonton film di tahun 80an pasti kenal Susana. The living legend of horror movies. Sundel bolong adalah masterpiece-nya. Tanpa banyak bicara, Susana menyebarkan teror lewat film-filmnya. Jadi senjata ibu-ibu kalau anak2nya nakal. Aura mistis seolah melekat kuat di diri Susana. She's not even considered as a real thing. 

Tapi, melihat Susana di acara gosip membuat gw menyimpulkan bahwa dia adalah hantu yang waras. Kalau mendengar artis2 horor muda masa kini ditanya tentang pengalaman syutingnya, ada aja cerita mistisnya. Yang lihat nenek2, kesurupan, pita film rusak, atau merasa bulu2 meremang seolah merasakan kehadiran yang gaib. Maka persiapan pun harus matang, tumpengan dulu, bawa kertas bertuliskan ayat, atau yang paling sering adalah membawa pawang arwah atau paranormal untuk "membersihkan"  lokasi syuting.

Tapi, Susana tidak. Dan ini membuyarkan bayangan orang tentang dirinya. Susana dianggap tidak jauh dari ritual-ritual mistis. Susuk, makan bunga melati, pemujaan, atau titisan arwah. 

Dia balik menasehati yang muda-muda itu, bahwa hal2 yang dianggap aneh di lokasi tak lebih dari sekedar angan-angan kita saja. Sugesti belaka. Karenanya dia lantas membantah dengan tegas pernah kesurupan atau mengalami hal yang2 aneh.

Kalau makan bunga melati dia tidak membantah, tapi alasannya pun tidak berbau mistis. Simply because she loves to eat flower. Tidak cuma melati, tapi juga mawar, kantil, kenanga. Meski sekarang sudah dia hentikan, takut kena pestisida katanya.
 
Susana benar-benar waras.

Wednesday, November 14, 2007

Jadi Banyak?

Blog gw kok jadi banyak ya. Iseng-iseng nyelamatin limakelopak ternyata bisa bo...http://limakelopak.blogspot.com

Melihat postingan gw dulu, rasanya aneh. Kok gw bisa ya, melupakan bagaimana menangkap ide dan menuangkan dalam kata-kata. Udah nikah bukannya tambah inspiratif, malah lebur dalam waktu. Padahal permasalahan makin kompleks, dan kehidupan semakin terlihat nyata.

Wednesday, November 7, 2007

Back to Blog?

He he he..ga percaya saya balik lagi ke sini. Kembali ke asal. Berkencan intim dengan blogger. Tapi, sungguh, saya kangen blogging. Kangen jadi narsis, menelanjangi diri sendiri. So many things in my mind, so many things have been opressed.

Jadi, demi kesehatan mental saya, saya harus mengelupas layer diri saya satu-satu. Juga demi anak yang saya kandung. Tentu saya ingin anak saya nanti bisa mengenal ibunya sebagai ibu yang normal.

Syukur-syukur saya bisa mengelupas layer dengan pisau yang cantik seperti puisi atau prosa. Tapi, pisau itu sudah lama tumpul. Mungkin dengan tangan telanjang yang sekarang saya bisa menemukan pisau cantik itu kembali.

Nah, sekarang saya akan jadi ibu!