Sunday, November 18, 2007

Duh....

Rasanya malas menjelaskan. Kalau kepala sudah mampat, kalau hati sudah digedor kencang, apa masih bisa menerima penjelasan. Padahal tadinya aku ingin menjelaskan, ingin meluruskan ada apa di balik kertas bernomor, di balik tetek bengek perjanjian. Tapi, mendengar reaksi orang-orang, bahkan suamiku sendiri, mendadak lenyap inginku itu.

Entah apa keputusanku ini benar. Tapi ada ketidakpedulian yang melesak tiba-tiba. "Bukan urusanku, ah!" Begitu godanya berulang-ulang. Benarkah? Lalu kenapa ketidakenakan juga menyelinap di jedanya?

Well, terlepas dari itu, semoga ada manfaat dari kehadirannya, dari semangat dan pengalamannya.

No comments:

Post a Comment