Saturday, May 31, 2008

Bingkisan dari Mbak Ratna

Asik...Koosha dapet bingkisan dari Mbak Ratna Januarita. Makasih banyak, ya, Mbak! Mmuach, mmuach. Mbak baik sekali, padahal kita belum pernah bersua huhuhu...

Bingkisannya dititipin lewat Adjeng, pas abang Chemy ultah. Mungkin diniatin ngasih langsung, tapi Koosha datengnya hari sabtu sore, ngga bisa dateng pas hari H.

Ngomong2 soal ultah, buat Mamahnya Chemy, kok Koosha ga dapet goodie bag sih...padahal Koosha kan udah mupeng liat goodie bag banyak banget di kamar, whoaaa...*nangis kelojotan*.

Thursday, May 29, 2008

Romansa Kami

Romansa lumba-lumba dan ucing begitu indah dan menakjubkan. Bukan bermaksud sombong loh, cuma ingin berbagi pengalaman. Mungkin bisa jadi contoh rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah hoho.

Misalnya hari ini. Ceritanya gw ulang tahun, subuh lumba-lumba mengantarkan kue ulang tahun. Tanpa lilin. Tanpa kartu. Juga tanpa kecupan apa-apa. Itupun setelah gw tagih kenapa ngga ngucapin selamat ulang tahun, padahal biasanya jam dua belas teng udah ada kue, lilin dan kecupan manis di kening. Udah gitu sekarang mah kue diberikan setelah gw ngurusin koosha yang habis pup. Betapa romantisnya...

Siangnya, si lumba-lumba yang malas bekerja ini, ngajakin keluar. Kata dia terserah mau kemana. Langsung, dengan semangat 100 tahun kebangkitan nasional, gw samber ajakannya, kita ke kota kembang aja! Romantis, bukan?

Ketika akhirnya kami pulang ke rumah, Koosha tengah tertidur lelap. Kukecup pipinya, kubisikkan kalimat penyesalan, Nak, maafkan Ibu telah membelanjakan uang pampers dua bulanmu buat beli dvd bajakan. I love you.

Wednesday, May 21, 2008

Dasar!

Masa, ya, si lumba-lumba baru tau kalau minyak goreng [nyaris semua] terbuat dari kelapa sawit. Dia pikir semuanya dari kelapa. Selama ini dia ngga pernah tau manfaat kelapa sawit sampai gw timpuk pake bantal dan puas gw ketawain. Dasar mamalia laut!


ps. ini termasuk aib suami kaga, ya? ^__________^

KOOSHA (2)

Kepada lelapmu
berhamburan cintaku
yang halus
Seperti gemulai gerimis
yang menari di antara
samar cahaya

Saturday, May 17, 2008

KOOSHA (1)

Tadi malam aku berenang di matamu yang terbuka
jauh ke palungmu yang dalam
penuh waktu yang tak pasti
dan kosong tanpa mimpi

Nak, di matamu itu
nanti akan terpantul
waktu dan mimpi yang terluka
perih dan sakit menganga

Tetaplah bermimpi

Aku berjanji
dengan tangan renta 
dan kerutan di buku-buku jariku
aku akan setia membalur 
jejak luka dan sakitmu

Monday, May 12, 2008

Maafkan Daku

Waktu hormon hamil lagi kenceng2nya gw berkoar-koar kaya entog akan menjadi ibu yang
baik, dengan kategori baik menurut gw adalah menyeimbangkan urusan anak dengan hobi baca dan nonton film. Hobi jalan-jalan dan ngegosip. Hobi masak dan minta masakan orang.

Yang lebih parah, imajinasi gw tentang ibu yang baik itu membuat gw mengernyitkan kening untuk ibu-ibu yang stuck dengan anaknya, melecehkan ibu-ibu yang tidak mampu menyalurkan hobi karena harus ngurus anak.

Dan betul kata orang, jangan pernah macam-macam sama kaum ibu, bisa kualat bo!.

So, here i am. Bete anak ngga tidur-tidur. Stres anak nangis tengah hari bolong. Keki
anak pipis dan pup mulu. Sebel anak nyusu ga berenti-berenti sementara gw nyaris jatuh
nimpa muka dia saking ngantuknya. Belum lagi ribut sama emak gw. Belum lagi kesepian
jadi jablai, cuma ditengokin lumba-lumba pas wiken doang. What a mess.

Jadi, maafkan daku, wahai ibu-ibu. Kesombongan telah menelan gw mentah-mentah...


Saturday, May 10, 2008

I'm Back!

Saudara-saudara, aku kembali dengan membawa anak dan kelebihan lemak 12 kilogram...