Romansa lumba-lumba dan ucing begitu indah dan menakjubkan. Bukan
bermaksud sombong loh, cuma ingin berbagi pengalaman. Mungkin bisa jadi
contoh rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah hoho.
Misalnya
hari ini. Ceritanya gw ulang tahun, subuh lumba-lumba mengantarkan kue
ulang tahun. Tanpa lilin. Tanpa kartu. Juga tanpa kecupan apa-apa.
Itupun setelah gw tagih kenapa ngga ngucapin selamat ulang tahun,
padahal biasanya jam dua belas teng udah ada kue, lilin dan kecupan
manis di kening. Udah gitu sekarang mah kue diberikan setelah gw
ngurusin koosha yang habis pup. Betapa romantisnya...
Siangnya,
si lumba-lumba yang malas bekerja ini, ngajakin keluar. Kata dia
terserah mau kemana. Langsung, dengan semangat 100 tahun kebangkitan
nasional, gw samber ajakannya, kita ke kota kembang aja! Romantis,
bukan?
Ketika akhirnya kami pulang ke rumah, Koosha tengah
tertidur lelap. Kukecup pipinya, kubisikkan kalimat penyesalan, Nak,
maafkan Ibu telah membelanjakan uang pampers dua bulanmu buat beli dvd
bajakan. I love you.
No comments:
Post a Comment