Apakah kami akan buka toko kelontong?
Atau rental DVD?
Tentu tidak. Ini sebagian barang yang males
banget kami packing. Dua hari lagi kami akan berpisah dengan Bojong
Koneng. Dengan jalan yang naik turun, pemandangan gunung ciwidey, view
bandung penuh sesak, dengan mang dan ibu sayur, mang bubur ayam, mang
siomay, mang baso malang, mang bakpau, mang roti, dan mang eskrim walls.
Tapi, yang paling menyedihkan adalah berpisah dengan bibi huhuhu.
Btw,
bibiku ini bisa melihat makhluk-makhluk halus loh. Kata dia di sini ada
satu. Tapi jin baik, jin islam. Hampir semua rumah di blok C6 jin-nya
jin baik kecuali rumah sebelah yang baru dibangun. Bentuknya genderuwo,
buto ijo.
Lalu dengan tenang si bibi melanjutkan hasil teropongannya,
"Di rumah kontrakan neng yang baru juga ada satu di belakang."
Gubrak!
Thursday, June 26, 2008
Wednesday, June 25, 2008
ESQ
Hari ini sampai jumat lumba-lumba ikut training ESQ dari kantornya.
Peserta yang ikut? Nu baradegong kabeh. Si lumba-lumba tea, jarang apel
pagi, jarang masuk full dalam sebulan (pernah dalam sebulan cuma masuk
seminggu), sering ngebantah dan ngomelin atasan, sering masuk apel
doang, sering pulang siang.
Apakah setelah ESQ ini dia berubah? Atau di tengah-tengah training dia tidur seperti training-training sebelumnya? Kita lihat saja nanti. Mudah-mudahan ada yang kecantol dan dia berubah jadi pegawai yang memajukan bangsa dan negaranya. Amin.
Apakah setelah ESQ ini dia berubah? Atau di tengah-tengah training dia tidur seperti training-training sebelumnya? Kita lihat saja nanti. Mudah-mudahan ada yang kecantol dan dia berubah jadi pegawai yang memajukan bangsa dan negaranya. Amin.
Monday, June 23, 2008
Dokter yang Aneh...(atau Baik?)
Sejak sabtu aku dan lumba-lumba ngga enak badan. Tadi pagi ke dokter,
tapi dokter Hartantonya libur seminggu. Mungkin ikut-ikutan liburan anak
sekolah. Nanya Adjeng, katanya ada dokter senior di Dago.
Dokternya lembut banget, saking lembutnya, aku dan lumba-lumba beberapa kali harus meminta dia mengulang diagnosanya. Sudah begitu, cara dia bertanya dan memberikan analisa seperti canggung dan ragu-ragu. Aku dan lumba-lumba tanpa sadar beberapa kali bertukar pandang. Jadi ngga enak sendiri. Pas mau bayar,
lumba-lumba: berapa dok?
dokter: ah, berapa aja.
ucing: (spontan dan kaget) Hah, kok berapa aja?
dokter: iya, di sini mah gitu, ga ada berapa2an. berapa aja.
ucing: yah, dok, jangan. berapa atuh?
dokter: ya sudah 20 ribu aja.
lumba-lumba: (heran) berdua, dok?
dokter: iya, karena masuknya barengan 20 ribu aja.
ucing: ngga ah, dok! 20rb kali dua aja yah...
dokter: (senyum lembut) ya sudah ngga apa-apa.
Dokter yang aneh....
Tapi, menurut tukang parkir, dokter itu terkenal dan bagus pisan. Aku inget dulu kayanya pernah ke sini nganter Adjeng. Waktu adjeng masih gadis dan lagi sakit panas (apa hubungannya masih gadis dan sakit panas?). Katanya sih dokter ini langganan mahasiswa.
Btw, karena dokter ini prakteknya deket SD, aku kabita jajanan sekolahan. Padahal udah didiagnosa radang tenggorokan. Da ari kabita mah hese nya ^_________^
Dokternya lembut banget, saking lembutnya, aku dan lumba-lumba beberapa kali harus meminta dia mengulang diagnosanya. Sudah begitu, cara dia bertanya dan memberikan analisa seperti canggung dan ragu-ragu. Aku dan lumba-lumba tanpa sadar beberapa kali bertukar pandang. Jadi ngga enak sendiri. Pas mau bayar,
lumba-lumba: berapa dok?
dokter: ah, berapa aja.
ucing: (spontan dan kaget) Hah, kok berapa aja?
dokter: iya, di sini mah gitu, ga ada berapa2an. berapa aja.
ucing: yah, dok, jangan. berapa atuh?
dokter: ya sudah 20 ribu aja.
lumba-lumba: (heran) berdua, dok?
dokter: iya, karena masuknya barengan 20 ribu aja.
ucing: ngga ah, dok! 20rb kali dua aja yah...
dokter: (senyum lembut) ya sudah ngga apa-apa.
Dokter yang aneh....
Tapi, menurut tukang parkir, dokter itu terkenal dan bagus pisan. Aku inget dulu kayanya pernah ke sini nganter Adjeng. Waktu adjeng masih gadis dan lagi sakit panas (apa hubungannya masih gadis dan sakit panas?). Katanya sih dokter ini langganan mahasiswa.
Btw, karena dokter ini prakteknya deket SD, aku kabita jajanan sekolahan. Padahal udah didiagnosa radang tenggorokan. Da ari kabita mah hese nya ^_________^
Sunday, June 22, 2008
Akhirnya
Akhirnya dapet juga kontrakan baru, setelah sebulan ini kurilingan di
Awiligar nyari rumah yang bersedia menampung kami selama 3 bulan. Yang
punya rumah baik banget, meskipun terhitung masuk tanggal 1 juli, kami
bebas mau masukin barang kapan saja. Kita minta ijin pasang speedy saja,
langsung mereka setujui. Ya, internet adalah salah satu syarat utama
yang aku ajukan pada lumba-lumba kalau kita pindah kontrakan. Kalau ngga
ada internet, nanti aku bisa bulukan di dapur.
Tapi...males banget packing! Secara barangnya nambah dua kali lipat dari pindahan tahun lalu huhuhu...
Tapi...males banget packing! Secara barangnya nambah dua kali lipat dari pindahan tahun lalu huhuhu...
Thursday, June 19, 2008
Ngga Nangis
Tadi pagi Koosha imunisasi DPT. Tiga kali imunisasi di Hermina, Koosha
selalu nangis. Sejak kasus kejang kemarin, Koosha pindah dokter dan
imunisasi tadi dia ngga nangis. Dokternya canggih, kecepatan
menyuntiknya setara dengan kecepatan gelombang cahaya *dramatisir*.
Aku pun sejak kecil takut betul disuntik. Pernah waktu sakit tifus dan harus ambil darah, aku stress sampai muntah-muntah dan jari tangan kaku-kaku hehe. Baru di dokter Hartanto, di jalan anggrek (bandung), aku berani disuntik, soalnya ngga kerasa sama sekali. Nah, sepertinya keahlian menyuntik dokter Kelly sama dengan dokter Hartanto itu. Secepat kilat.
Btw, mahal amat ya imunisasi 5 in 1 huhuhu....
Aku pun sejak kecil takut betul disuntik. Pernah waktu sakit tifus dan harus ambil darah, aku stress sampai muntah-muntah dan jari tangan kaku-kaku hehe. Baru di dokter Hartanto, di jalan anggrek (bandung), aku berani disuntik, soalnya ngga kerasa sama sekali. Nah, sepertinya keahlian menyuntik dokter Kelly sama dengan dokter Hartanto itu. Secepat kilat.
Btw, mahal amat ya imunisasi 5 in 1 huhuhu....
Tuesday, June 17, 2008
Kok?
Firda, anak sepupuku yang baru kelas satu SD, disuruh makan sama tante-tantenya, dia menolak,
"Ngga, ah, aku lagi diet."
Dan benar dia memang diet, yang tadinya gendut jadi kurus.
Tami, keponakanku, kelas dua SD, suatu hari bertanya (serius) kepadaku,
"Tante, Tami gendut yah?"
Kok "kesadaran" akan bentuk tubuh sudah menimpa anak-anak sekecil itu?
"Ngga, ah, aku lagi diet."
Dan benar dia memang diet, yang tadinya gendut jadi kurus.
Tami, keponakanku, kelas dua SD, suatu hari bertanya (serius) kepadaku,
"Tante, Tami gendut yah?"
Kok "kesadaran" akan bentuk tubuh sudah menimpa anak-anak sekecil itu?
Monday, June 16, 2008
(nek) Ne (ko-neko) (dike) Ro (yok)
Yo opo sih rek! Cah wedhok kok koyo ngene. Wagu tenan!
Banyak perempuan berjuang melawan kekerasan dari laki-laki, ini malah pukul-pukulan sesamanya. Aduh, biyung...
Banyak perempuan berjuang melawan kekerasan dari laki-laki, ini malah pukul-pukulan sesamanya. Aduh, biyung...
Sunday, June 15, 2008
Mengenang Persalinan
Tiga hari sebelum bersalin, aku ke tempat sepupu yang baru lahiran.
Sepupuku ini jago karate, tomboi, independent, pokoknya wonder woman
deh. Tapi, pas lahiran dia bilang dia nge-rock. Tiap kontraksi dia
teriak-teriak ngomelin suaminya.
Sejak awal hamil aku pun sudah berniat seperti itu. Kalau nanti aku bersalin aku akan ngomelin lumba-lumba, jambak-jambak, pukul-pukul, cakar-cakar, tendang-tendang. Tapi, bo, kenyataannya berkata lain. Karena stress, aku muntah-muntah. Mungkin sampai lima kali, yang terakhir malah muntah kuning saking udah ga ada yang bisa dimuntahin lagi. Jadilah aku nge-dangdut, ga sanggup nge-rock. Aku cuma sanggup bilang sakit dengan mendayu-dayu dua kali, sekali ke lumba-lumba sekali ke dokternya. Bukan karena aku tabah, tapi karena kehabisan tenaga.
Beruntung sekali lumba-lumba terlepas dari jeratan kekerasan dalam rumah tangga...
Tapi, karena terlepas dari KDRT itulah sehabis melahirkan, dengan semena-menanya lumba-lumba komentar,
"Kok, ngelahirin gitu doang? Ngga kaya yang dibilang orang-orang?"
Busyet!
Sejak awal hamil aku pun sudah berniat seperti itu. Kalau nanti aku bersalin aku akan ngomelin lumba-lumba, jambak-jambak, pukul-pukul, cakar-cakar, tendang-tendang. Tapi, bo, kenyataannya berkata lain. Karena stress, aku muntah-muntah. Mungkin sampai lima kali, yang terakhir malah muntah kuning saking udah ga ada yang bisa dimuntahin lagi. Jadilah aku nge-dangdut, ga sanggup nge-rock. Aku cuma sanggup bilang sakit dengan mendayu-dayu dua kali, sekali ke lumba-lumba sekali ke dokternya. Bukan karena aku tabah, tapi karena kehabisan tenaga.
Beruntung sekali lumba-lumba terlepas dari jeratan kekerasan dalam rumah tangga...
Tapi, karena terlepas dari KDRT itulah sehabis melahirkan, dengan semena-menanya lumba-lumba komentar,
"Kok, ngelahirin gitu doang? Ngga kaya yang dibilang orang-orang?"
Busyet!
Friday, June 13, 2008
Bagaimana angle terbaik, Anda?
Kalau saya sebisa mungkin tidak tampak
depan. Bahu, lengan, dada, tidak fotogenik. Foto di atas merupakan
kesalahan besar. Sedikit menyamping jauh lebih baik atau kalau perlu
sebagian tubuh ngumpet di balik badan teman.
Bagaimana dengan Anda?
Bagaimana dengan Anda?
Thursday, June 12, 2008
Hantu
Teman lama mengirimiku imel. Sebetulnya agak canggung juga dia kusebut
teman. Sebab ketika SMA dia mengenaliku melalui puisi-puisiku, dan aku
kepadanya melalui komentarnya terhadap puisiku. Kami hanya pernah
bertemu sekali. Ketika bertemu, dia bilang aku penuh kecanggungan. Ya,
aku memang begitu. Setiap bertemu orang baru. Juga orang lama yang
kukenal di dunia maya atau lewat tulisan belaka.
Dia bilang tinggal aku teman dari kebesaran masa muda. Dia juga bilang kini hidupnya melulu kebosanan dan ketidakpastian. Dia merindukan teman-temannya. Yang kini 'terpaksa' dia putuskan hubungan (Aku paham itu, hubungan mereka memang kompleks).
Ya, masa lalu kadang menghantui. Apalagi ketika masa sekarang kita anggap tidak memiliki makna, kemegahan, prestasi seperti masa lalu kita. Ah, sering akupun begitu. Mungkin di masa lalu kita berjalan anggun di karpet merah, sekarang kita berjalan di lorong-lorong sempit. Penuh amarah dan gelisah.
Teman, kau berdoa untuk kebahagiaan keluarga kecilku. Aku berdoa untuk kegelisahanmu.
Dia bilang tinggal aku teman dari kebesaran masa muda. Dia juga bilang kini hidupnya melulu kebosanan dan ketidakpastian. Dia merindukan teman-temannya. Yang kini 'terpaksa' dia putuskan hubungan (Aku paham itu, hubungan mereka memang kompleks).
Ya, masa lalu kadang menghantui. Apalagi ketika masa sekarang kita anggap tidak memiliki makna, kemegahan, prestasi seperti masa lalu kita. Ah, sering akupun begitu. Mungkin di masa lalu kita berjalan anggun di karpet merah, sekarang kita berjalan di lorong-lorong sempit. Penuh amarah dan gelisah.
Teman, kau berdoa untuk kebahagiaan keluarga kecilku. Aku berdoa untuk kegelisahanmu.
Monday, June 9, 2008
Pikasebeuleun
Begini ini kelakuan PLN di Bojong Koneng. Siang tengari bolong tiba-tiba
nyodorin kwitansi (lewat si bibi) 50 ribu tutup meteran + 10 ribu biaya
pemasangan. Gw yang lagi asik makan kulit kacang, refleks noleh ke
meteran. Udah dipasang bo!
Ucing ngomel: Apaan nih, Bang?
PLN blegug: tutup pengaman, bu.
Ucing bete: Kaga ah! ini bukan rumah saya.
PLN borokokok: Tapi harus dipasang, bu.
Ucing cembetut: akhir bulan ini saya juga pindah.
PLN jeprut: talangin dulu aja, bu.
Ucing ngamuk: NGGA!
PLN kabur: brrmmm...brmmm..(naek motor)
Bukan kali ini aja gw ribut sama PLN Bojong Koneng. Waktu baru pindah tahun lalu seminggu bisa 4 hari mati. Mending sebentar, kadang sampe setengah hari. Tiap gw telpon ada aja alasannya, yang pemadaman bergilir, perbaikan gardu, ujan, tiang listrik korslet, ayam mati, kucing beranak, jin lewat, kambing mengembik, harimau mengaum.
Kalau pemadaman kenapa daerah sini kebagiannya sering banget sementara mertua gw di pahlawan jarang banget mati lampu. Kalau perbaikan gardu mereka bilang sekali doang supaya ngga mati2 lagi nantinya, tetep aja mati. Waduk lah.
Tapi, kalau kita yang salah? Sigap banget PLN datengin kita. Pernah kita telat bayar, lupa karenalibur panjang tea. Besoknya, (ya, besok tanggal 21-nya!) dua orang yang katanya dari PLN ngetuk pintu ngasih tau kalau rumah ini mau diputus listriknya sekarang juga! Kecuali kalau bayar denda dan bla, bla, bla tertera di kwitansi. Busyeeeet...
Ya, jelas gw ogah bayar. Gw suruh aja mereka nelpon lumba-lumba. Laki gw juga ngamuk. Emang sih, kita yang salah telat (sehari). Tapi aturan yang bilang besoknya langsung diputus itu siapa, ontohod?!? Jelas-jelas di kwitansi itu tertulis listrik diputus setelah pengguna tidak membayar tagihan selama 6 BULAN bukan SATU HARI.
Giliran mati lampu, pengguna harus sabar. Giliran duit, pengguna harus segera bayar. Pikaseubeuleun!
Ucing ngomel: Apaan nih, Bang?
PLN blegug: tutup pengaman, bu.
Ucing bete: Kaga ah! ini bukan rumah saya.
PLN borokokok: Tapi harus dipasang, bu.
Ucing cembetut: akhir bulan ini saya juga pindah.
PLN jeprut: talangin dulu aja, bu.
Ucing ngamuk: NGGA!
PLN kabur: brrmmm...brmmm..(naek motor)
Bukan kali ini aja gw ribut sama PLN Bojong Koneng. Waktu baru pindah tahun lalu seminggu bisa 4 hari mati. Mending sebentar, kadang sampe setengah hari. Tiap gw telpon ada aja alasannya, yang pemadaman bergilir, perbaikan gardu, ujan, tiang listrik korslet, ayam mati, kucing beranak, jin lewat, kambing mengembik, harimau mengaum.
Kalau pemadaman kenapa daerah sini kebagiannya sering banget sementara mertua gw di pahlawan jarang banget mati lampu. Kalau perbaikan gardu mereka bilang sekali doang supaya ngga mati2 lagi nantinya, tetep aja mati. Waduk lah.
Tapi, kalau kita yang salah? Sigap banget PLN datengin kita. Pernah kita telat bayar, lupa karenalibur panjang tea. Besoknya, (ya, besok tanggal 21-nya!) dua orang yang katanya dari PLN ngetuk pintu ngasih tau kalau rumah ini mau diputus listriknya sekarang juga! Kecuali kalau bayar denda dan bla, bla, bla tertera di kwitansi. Busyeeeet...
Ya, jelas gw ogah bayar. Gw suruh aja mereka nelpon lumba-lumba. Laki gw juga ngamuk. Emang sih, kita yang salah telat (sehari). Tapi aturan yang bilang besoknya langsung diputus itu siapa, ontohod?!? Jelas-jelas di kwitansi itu tertulis listrik diputus setelah pengguna tidak membayar tagihan selama 6 BULAN bukan SATU HARI.
Giliran mati lampu, pengguna harus sabar. Giliran duit, pengguna harus segera bayar. Pikaseubeuleun!
Saturday, June 7, 2008
Jangan Khawatir (menenangkan diri)!
Hasil cek darah koosha alhamdulillah normal. Hasil EEG? Well, ada
sesuatu tapi kata dokter ngga perlu khawatir, kita pantau saja setahun
ini. Kata mamah berdoa aja yang banyak, semua bisa berubah, Tuhan
Mahakuasa. No matter what, my beautiful child, we'll always love you.
Friday, June 6, 2008
Balada Ulang Tahun
Waktu: sebelum Koosha masuk rumah sakit.
Lumba2: bu, nanti ayah ultah ngga usah kasih kado, yah.
Ucing: heh? emang kenapa?
Lumba2: Ya, kasihan aja ah sama ibu. uangnya buat belanja ajah.
Ucing: oooh...
Hening sesaat.
Lumba2: tapi kalau ibu mau ngasih kado, hape aja, ya bu.
Ucing: ...
Ucing: (setelah berhasil menguasai diri) Yah, ayah, aku kan udah niat mau beliin kemeja buat ayah kerja. Mau beli dua lagi.
Lumba2: (wajah berseri2) oh iya, boleh kalau gitu.
Ucing: ...
Waktu: Sesudah Koosha masuk rumah sakit alias keluar uang banyak
Ucing: Ayah jadi beli kemeja ga?
Lumba2: Ngga usah, ulang tahun ngga penting. yang penting anak
Ucing: Oh...ya udah.
Sore, keluarga dari depok dateng. Sepupu ucing minta dianter lumba2 nyari celana.
(hape ucing bunyi)
Ucing: Haloh sapah disituh?
Lumba2: Disitu sapah?
Ucing: Ucing
Lumba2: ini lumba2.
Dialog di atas bohong belaka. ini yang bener:
Ucing: Ayah di mana? dapet ngga celananya?
Lumba2: Ngga dapet, celana buat ima juga udah kosong.
Ucing: Oh, ya udah, cepet pulang ya.
Lumba2: Bu, tapi ayah beli kemeja...
Ucing: ...
Lumba2: bu, nanti ayah ultah ngga usah kasih kado, yah.
Ucing: heh? emang kenapa?
Lumba2: Ya, kasihan aja ah sama ibu. uangnya buat belanja ajah.
Ucing: oooh...
Hening sesaat.
Lumba2: tapi kalau ibu mau ngasih kado, hape aja, ya bu.
Ucing: ...
Ucing: (setelah berhasil menguasai diri) Yah, ayah, aku kan udah niat mau beliin kemeja buat ayah kerja. Mau beli dua lagi.
Lumba2: (wajah berseri2) oh iya, boleh kalau gitu.
Ucing: ...
Waktu: Sesudah Koosha masuk rumah sakit alias keluar uang banyak
Ucing: Ayah jadi beli kemeja ga?
Lumba2: Ngga usah, ulang tahun ngga penting. yang penting anak
Ucing: Oh...ya udah.
Sore, keluarga dari depok dateng. Sepupu ucing minta dianter lumba2 nyari celana.
(hape ucing bunyi)
Ucing: Haloh sapah disituh?
Lumba2: Disitu sapah?
Ucing: Ucing
Lumba2: ini lumba2.
Dialog di atas bohong belaka. ini yang bener:
Ucing: Ayah di mana? dapet ngga celananya?
Lumba2: Ngga dapet, celana buat ima juga udah kosong.
Ucing: Oh, ya udah, cepet pulang ya.
Lumba2: Bu, tapi ayah beli kemeja...
Ucing: ...
Thursday, June 5, 2008
Bayi Elektrik
Kemarin
subuh, ngga ada ujan ngga ada angin Koosha kejang-kejang waktu ditaruh
setelah digendong ayahnya. Whoaaa....emak ama ayah baru ini langsung
panik! Eh, emaknya aja ding, ayahnya mah rada kalem. Pake ada acara
nangis segala. Abis serem bo, kaya tersumbat gitu pernafasannya, ada
berbuih2nya pula. Menakutkan.
Sebetulnya lima menit kemudian kejang-kejangnya berhenti. Gw sempet ragu Koosha jadi dibawa ke dokter atau ngga, tapi ayahnya bilang bawa aja, takut kenapa2. Untung aja di bandung ada dokter buka jam 6 pagi hoho.
Dokter nyaranin cek up ke boromeus. Periksa darah dan EEG. Foto ambil darahnya ngga ada, soalnya gw ga berani masuk. Koosha ditemenin mamah mertua.
Sayang, fotonya kurang jelas. Ngga sempet bawa digicam sih (ya, iya lah...emangnya mau piknik!).
Sebetulnya lima menit kemudian kejang-kejangnya berhenti. Gw sempet ragu Koosha jadi dibawa ke dokter atau ngga, tapi ayahnya bilang bawa aja, takut kenapa2. Untung aja di bandung ada dokter buka jam 6 pagi hoho.
Dokter nyaranin cek up ke boromeus. Periksa darah dan EEG. Foto ambil darahnya ngga ada, soalnya gw ga berani masuk. Koosha ditemenin mamah mertua.
Sayang, fotonya kurang jelas. Ngga sempet bawa digicam sih (ya, iya lah...emangnya mau piknik!).
Tuesday, June 3, 2008
Ya, Saya Setuju
Saya percaya pada pluralisme. Karena itu
meskipun saya teguh berkata bahwa keyakinan saya adalah yang paling
benar, saya tidak bisa menghakimi keyakinan orang lain dengan
hukum-hukum keyakinan saya.
Tapi, saya setuju jika FPI atau kelompok-kelompok kekerasan lainnya dibubarkan. Bukan karena keyakinan FPI yang ingin saya bubarkan, tapi karena pelanggaran hak asasi manusia yang mereka lakukan. Melanggar hak orang dalam memiliki kepercayaan, menghancurkan hak pribadi seseorang dalam mencintai Tuhan.
Gambar diambil dari situs Forum Bebas Indonesia.
Tapi, saya setuju jika FPI atau kelompok-kelompok kekerasan lainnya dibubarkan. Bukan karena keyakinan FPI yang ingin saya bubarkan, tapi karena pelanggaran hak asasi manusia yang mereka lakukan. Melanggar hak orang dalam memiliki kepercayaan, menghancurkan hak pribadi seseorang dalam mencintai Tuhan.
Gambar diambil dari situs Forum Bebas Indonesia.
Subscribe to:
Comments (Atom)