Teman lama mengirimiku imel. Sebetulnya agak canggung juga dia kusebut
teman. Sebab ketika SMA dia mengenaliku melalui puisi-puisiku, dan aku
kepadanya melalui komentarnya terhadap puisiku. Kami hanya pernah
bertemu sekali. Ketika bertemu, dia bilang aku penuh kecanggungan. Ya,
aku memang begitu. Setiap bertemu orang baru. Juga orang lama yang
kukenal di dunia maya atau lewat tulisan belaka.
Dia bilang
tinggal aku teman dari kebesaran masa muda. Dia juga bilang kini
hidupnya melulu kebosanan dan ketidakpastian. Dia merindukan
teman-temannya. Yang kini 'terpaksa' dia putuskan hubungan (Aku paham
itu, hubungan mereka memang kompleks).
Ya, masa lalu kadang
menghantui. Apalagi ketika masa sekarang kita anggap tidak memiliki
makna, kemegahan, prestasi seperti masa lalu kita. Ah, sering akupun
begitu. Mungkin di masa lalu kita berjalan anggun di karpet merah,
sekarang kita berjalan di lorong-lorong sempit. Penuh amarah dan
gelisah.
Teman, kau berdoa untuk kebahagiaan keluarga kecilku. Aku berdoa untuk kegelisahanmu.
No comments:
Post a Comment