Thursday, June 12, 2008

Hantu

Teman lama mengirimiku imel. Sebetulnya agak canggung juga dia kusebut teman. Sebab ketika SMA dia mengenaliku melalui puisi-puisiku, dan aku kepadanya melalui komentarnya terhadap puisiku. Kami hanya pernah bertemu sekali. Ketika bertemu, dia bilang aku penuh kecanggungan. Ya, aku memang begitu. Setiap bertemu orang baru. Juga orang lama yang kukenal di dunia maya atau lewat tulisan belaka.

Dia bilang tinggal aku teman dari kebesaran masa muda. Dia juga bilang kini hidupnya melulu kebosanan dan ketidakpastian. Dia merindukan teman-temannya. Yang kini 'terpaksa' dia putuskan hubungan (Aku paham itu, hubungan mereka memang kompleks).

Ya, masa lalu kadang menghantui. Apalagi ketika masa sekarang kita anggap tidak memiliki makna, kemegahan, prestasi seperti masa lalu kita. Ah, sering akupun begitu. Mungkin di masa lalu kita berjalan anggun di karpet merah, sekarang kita berjalan di lorong-lorong sempit. Penuh amarah dan gelisah.

Teman, kau berdoa untuk kebahagiaan keluarga kecilku. Aku berdoa untuk kegelisahanmu.

No comments:

Post a Comment