Tuesday, September 30, 2008

[Koosha] Terima Kasih Allah

Terima kasih, Allah, saya berhasil memberi ASI ekslusif kepada Koosha dan hari ini Koosha mulai diberi makanan pendamping ASI.

Terima kasih Allah, Engkau beri kekuatan pada orang yang menangis panik ketika tahu dirinya hamil.

Terima kasih, Engkau beri kemudahan pada saya yang pernah berpikir ribuan kali untuk punya anak.

Terima kasih, Engkau teguhkan hati saya yang ketika hamil masih berharap semua ini hanya mimpi.

Terima kasih, Engkau lancarkan proses kelahiran kepada saya yang tidak pernah mempersiapkannya.

Terima kasih Allah, yang MahaKuasa membolakbalikkan hati, membuat saya yang menganggap anak kecil adalah monster menjadi penuh cinta.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih, dan mohon ampun atas semua kebengalan saya.


P.S. Allah, mau dong saya diberi anak perempuan.

Friday, September 26, 2008

Balada Anak Berayahkan Lumba-Lumba

Ucing: HAH?! kenapa jidat Koosha ditempelin gituan?

Lumba2: Abis dari tadi ngga mau diem, muter2 sambil jejeritan.

Ucing: Loh, apa hubungannya?

Lumba2: Ya, biar diem. Vampire cina aja diem kalo jidatnya ditempelin kertas.

Ucing: ...

Thursday, September 25, 2008

[Dear Sari] Sebenernya Cermin itu Sudah Lama Ada

Dear, Sari.

Sejak dulu, ketika kita berdua seperti gila memutuskan kepribadian sebuah pohon, ada yang menakutkan di antara pohon-pohon itu. Tapi kita lengah sebab jiwa kita seperti tunas di pucuk-pucuk pohon besar itu: berada di atas, tak sanggup melihat ke balik batang-batang tua yang gagah tapi keropos. 

Kita juga tidak mampu melihat arti harfiah pohon yang tanpa daun: kematian. Yang kita saksikan saat itu di pinggir danau hanyalah eksentrik dan keinginan untuk berpetualang.  

Sebagaimana juga langit, Sari, ia juga menurunkan badai bukan melulu senja dan hujan yang kita cinta.

Sayap-sayap itu kau temukan di dasar danau, Sayang. Apa yang kau harapkan dari danau gelap yang sebetulnya meruapkan aroma anyir? Tentu saja serangga akan terselip di antaranya. Sementara kelontengan kereta lah yang paling nyata sebab ia mengingatkan kita pada sebuah perjalanan. 

Suatu hari, dengan tubuh penuh luka dan lebam yang membuat hati kita sakit, kita akan kembali ke tepian danau itu. Dengan mata yang berbeda.  
 

Monday, September 22, 2008

[Koosha] Manfaat Ikut Buka Bareng Mpers Bandung

Saya ngga akan membahas acaranya yang emang sip markusip, rapih jali, hal yang akan membuat teh iie kegirangan sebab musabab well organized-nya.

Sebagai ibu-ibu yang bawa anak bersama ibu-ibu yang juga bawa anak, kami malah jadi rumpi bareng, bukannya masuk dan ikut dengerin ceramah Kang Fajar Muchtar hehe, maap kang. 

Anyway, ternyata selama ini saya salah menghitung usianya Koosha. Saya pikir Koosha baru mulai diberi makanan pendamping ASI sebulan lagi, ehhhh...ternyata seminggu lagi, bo! Ya, Tuhan...Untunglah ikut buka bareng, untunglah ngobrol sama adjeng, teh gya, dan mama illyas (alamat MPnya apa, ya?).

Adjeng bilang, Koosha udah punya ciri-ciri anak yang bisa dikasih MPASI, kabita liat ibunya makan, bisa duduk, ngemut tangan, plus ngacay. OMG, saya mana tau ye. 

Duh, ada rasa penyesalan nih, punya akses internet, punya adik dan kakak yang punya anak, punya sahabat2 yang tinggal satu kota, tapi ngga ada usaha untuk mau tahu. Selama ini prinsip saya dalam mengurus anak adalah, let it flow, biar banjir menghanyutkanmu, sesudah tenggelam baru minta pertolongan.

Maafkan ibu, nak, Insya Allah sekarang ibu mau berusaha lebih keras, banyak baca, banyak browsing dan akan lebih sering meneror tante adjeng. 

Get ready, Djeng!

Monday, September 15, 2008

[Ditimpuk] Mencari, Menemukan, dan Terima Kasih Sahabat

Baca2 postingan soal mencari sahabat tujuh orang, saya berharap ga dapet timpukan soalnya ngga punya banyak teman gitu loh. Apa daya, kena juga dari Mbak Dwi.

INILAH ORANG-ORANG YANG INGIN SAYA TEMUI LAGI:

1. Siti Rohaniyah, a.k.a Niya

Teman sekelas di Tsanawiyah Ali Maksum Jogja. Pertemanan kami ups and down, kelas satu deket, kelas dua berantem, gara2 terjadi dualisme kekuasaan bagaikan SBY-Kalla. Dia jadi ketua osis dan saya wakilnya. Kelas tiga kami dekat lagi (bahkan lebih dekat). Gadis solo yang sama sekali ngga lemah lembut ini, nerusin SMA di solo, trus D3 Teknik Sipil UGM angkatan 1997. Waktu awal kuliah  masih sempet ketemu. Anaknya jago itung2an, meski kami sama2 gila becanda tapi sesungguhnya dia orang yg tertutup. 

Rumahnya di jalan adi sumarmo, sukoharjo. nomor telpon rmhnya udah ganti, hiks. kalo nginep di rumahnya nyaman banget, mereka sangat menghormati tamu. Miss u and your family, Ni.

2. Mbak Ade (damn, i forgot her last name) 

Ketua Osis sebelum periode Niya dan saya. Cerdas, jago debat dan orasi, sekaligus berkharisma (jarang ada di sekolah kami org berkharisma). Ada satu momen yang tidak bisa saya  lupakan. Waktu masih belum jadi apa-apa, dialah yg meyakinkan saya bahwa saya punya potensi, dia tidak memandang saya sebagai dedengkotnya geng anak nakal. Dia pula yg merekomendasikan saya untuk menjadi pengurus pondok. Satu2nya dari murid MTs (SMP) di antara murid2 Aliyah (SMA).

Aslinya dari jakarta, tp entah di mana. Pengen banget berterima kasih sudah mempercayai saya waktu itu. 

3. Heru Bahruddin

Nah, yang ini senior sekaligus mantan pacar waktu saya masih kelas 5 MI (SD) Nurul Falah, Depok. Beneran ini mah. Dan gara2 emak saya menemukan surat2 cinta kami di kaleng biskuit bekas, kisah cinta kami pun menjadi legendaris di kampung tempat kami tinggal sebagai contoh nyata Puber Dini.

Lepas SD dia pindah ke malang. Hilang kontak, tahu2 dia kirim surat ke bandung (saya kelas 3 SMA), ngga tahu dapet alamat kost saya dari siapa. Dia memberitahu kuliah di sastra indonesia UNS solo dan mengirimkan selembar pas foto haha. Sayang, saat itu saya tidak memberi jawaban yg baik (damn ABG!).

Sekarang entah di mana dia.

4. Ahmad Khotib

Si abang dari jakarte, senior waktu di jogja. Dia salah satu teman dekat pacar saya waktu itu (ya, ya, ya, saya kan bandel walaupun dilarang pacaran di pesantren tetep aja curi2). Lepas SMA dia ke Kairo kuliah di al-azhar. Selama dia kuliah (saya SMA) kami bersurat2an. Terakhir ketemu tahun 1995, dia datang ke bandung. Setelah itu persuratan berhenti dan saya ngga tahu kabar dia selanjutnya. Anaknya baik dan sopan banget.

5.  Istianah (Isti Nasa Arini)

Temen sekelas waktu MTs. Gadis van Garut ini cantik, pinter, bersuara merdu dan seorang tahfidz (penghafal Al-Qur'an). Doh, waktu awal kelas 3 i hate her so much. Gara-gara saya sukses menggusur kedudukannya di tiga besar, tak sengaja saya menemukan sebuah tulisan di bukunya yang menyakitkan hati,

Tuhan, kenapa aku dikalahkan oleh orang yang tidak punya akhlak.

Buseeett...tapi, dipikir2 wajarlah dia nulis seperti itu secara eke dedengkot geng anak nakal wakakakakak. Tapi, kebencian itu lenyap saat akhir kelas 3, aku memaafkannya dan kita menjadi sangat dekat. 

Sebetulnya saya sudah menemukan jejaknya, karena oh karena suaminya ternyata jadi sekretaris DPW PKB Jabar di mana ayah saya jadi wakil ketua-nya (mantan wakil tepatnya setelah dengan semena2 DPW itu dibekukan oleh Gus Dur haha). Sooner or later i will meet her.

6. Siti Mubarokah

Walau di MTs. saya termasuk anak nakal, saya punya teman dari golongan baik2 termasuk perempuan asli cilacap ini. Manis, tinggi kaya fotomodel, pinter itung2an, dan pendengar yang sangat baik. Kalo curhat sama dia ga pernah ditanggapi emosional, selalu penuh pertimbangan. Lepas MTs. dia balik ke Cilacap, waktu SMA pernah surat2an, terakhir dia bilang dijodohin orang tuanya padahal dia masih pengen kuliah. Setelah itu putus kontak, hiks2.


7. Mr. X  a.k.a Penyair Jalanan

Lho, gimana mau ketemu kalau namanya Mr. X? bukan apa-apa, saya beneran lupa namanya haha. Waktu saya masih mahasiswa baru, dia sudah menjadi alumni FISIP UI, di sebuah seminar dia jadi pembicara, dan bagaikan di film-film romantis nan cengeng  i fell in love with him at first sight hohoho. Dia sudah menerbitkan sebuah novel yang saya rahasiakanlah judulnya, soalnya di MP ini ada anak2 FISIP juga haha.

Kisah cinta saya berakhir dengan tragis karena bertepuk sebelah tangan, dia ternyata jatuh cinta pada sahabat saya, orang yang selama ini mendengarkan curhatan cinta saya kepadanya, uniku tersayang huhuhuhu, ingat kisah tragis ini ngga sih, ni? Untunglah, uni ini amat setia pada kekasih yang kini jadi suaminya. Kalau ngga, bisa putus persahabatan kita ni hehe.

Anyway, saya pengen tahu kabar dia sekarang. Kabar orang yang saya abadikan dalam sebuah cerpen berjudul Penyair Jalanan yang masuk ke dalam buku antologi cerpen saya. 

Ah, masa muda yang kelabu....


INI YANG SUDAH SAYA TEMUKAN,


Saya sampe jejingkrakan setelah tahu dikau punya MP, Ni! Berapa lama kita putus kontak? Selepas kuliah dia balik ke Padang, kita jarang kontak2an. Terakhir ketemu kalau ngga salah kamu mau pergi ke jerman, ya?

Ria ini sahabat pertamaku waktu kuliah. Orang pertama yang kutemui saat masih ospek. Bersamanya saya berbagi segala hal, terutama gosip cowo, teater, lika liku agama, samurai X, dan nonton film sampe puas. Uni orangnya sabar banget, bersuara merdu (vokalis band rock gitu lohhh), jago karate (atau taekwondo ye?)


Whoa, ingat masa-masa kejayaan anak2 mushalla fisip. Ngga usah heran, meski mantan anggota geng, saya juga pernah aktif di mushalla (walaupun sekarang ga habis pikir juga). Angkatan 97 kita emang paling solid. Banyak deh suka dukanya. Ternyata dia di jepang dan punya anak2 dua yang imut2 banget. Sekarang baru balik dari jepang dan tinggal di Depok.

3. Chibi, Irfan Tony, dan Amang. Temen2 saya di UI. 



INI YANG HARUS SAYA TERIMA KASIH-I

Lies Adjeng Dewi Aminah, nenek sihirku tersayang, sahabat setia dalam duka dan kebandelan.

Sebagai pengguna lama Blogspot dan pengguna baru Wordpress, saya menolak menggunakan MP yang disarankan Adjeng, "teuing ah, teu bisa makena, hese". 

Setelah hilang gengsi dan otak-atik ternyata gampang banget and the rest story is history, saya pun menjadi banci MP. 

Thx to her, saya menemukan sahabat lama dan sahabat2 baru: mbak Dwi, Teh Iie, Teh, Echy, Mbak Yeni, mbak ratna, teh ligya, mbak donna, dan lain2, dan seterusnya, dan semua yang ada di kontak sayah, termasuk sekarang jadi berbalas pantun dengan Mira, padahal waktu SMA saya ngga inget pernah ngomong sama dia. Maklumlah, saya kan jutek abesh. 

- sekian dan terima kasih -


Panjang ya, bo, postingannya. Bae we lah, sekali-sekali. Dan saya ngga akan nimpuk lagi, kayanya udah pada benjol semua ^__^



Sunday, September 14, 2008

Kelakuan Lumba-Lumba

Kadang-kadang saya suka stres liat kelakuan lumba-lumba. Dia ini udah terkenal dengan omongannya yang sok kacamprung, ngasal, dan sering ngga tau situasi dan kondisi.

Seperti kemarin ada seorang ibu dengan dua anak datang ke kantor kepegawaian tempat lumba-lumba kerja. Ibu itu mencari orang, tapi si ibu ngga tau nama belakangnya. Lumba-lumba sebagai pegawai yang baik [baca: diperintah atasan] nyari di database. Ga ketemu.

Lumba2: Bu, ngga ada.
Ibu: (gelisah dan sedih) ga ada, pak?
Lumba2: iya, bu ga ada.
Ibu: Aduh, gimana ya..
Lumba2: Emang ibu ngga tau nama belakangnya?
Ibu: Itulah, saya ngga tau. Udah lama saya ngga ketemu dia, nama belakangnya ga tahu.
Lumba2: Ya udah bu, mending ibu ikut acara termehek-mehek aja.
Ibu: ...

Doh, abis dah lumba2 saya tendang, pukul, dan sambit pake kerupuk. Gila aja ada yang lagi sedih diomongin kaya gitu. 

Hehhhh....laki gw...*sigh*

Friday, September 12, 2008

*Keluh, Keluh, Keluh*


Minggu depan susu formula naik 20%. Gas 12 kg akan naik sampai mencapai 139ribu, walaupun akhirnya ditunda sampai pemilu 2009 (kelihatan jelas kau ingin menang lagi, bung!), dan di bulan puasa ini, semua harga di tukang sayur naik 10-20%. 

Kalau saia mengkalkulasikan semua itu dengan gaji pasti ngga akan cukup, beyond my imagination. Tapi, ndilalah, ada saja rejeki yang datang. Mungkin ini yang dibilang anak itu titipan Tuhan dan yang menitipkan tak mungkin menelantarkan. Praise Lord.

Tapi, meski pameo itu benar, saia tetap ngga mau punya anak banyak. Satu atau dua saja Insya Allah. 

Tuesday, September 9, 2008

[Tahukah Anda] Senyum Bayi Cerdaskan Otak

Jurnal Pediatrics edisi Juli 2008 melansir riset bahwa senyum bayi bisa membuat area-area tertentu dalam otak sang ibu menjadi aktif dan merangsang rasa gembira.

Menurut Dr. Lane Strathearn dari departemen pediatri di Baylor College of Medicine, Houston, menyatakan senyum bayi adalah stimulus yang sangat kuat bagi otak ibu. Sistem dopaminergic di dalam jaringan otak langsung bekerja saat ibu melihat senyum bayinya, tapi tidak terhadap bayi orang lain.

Meski demikian ada juga sejumlah ibu yang memiliki gangguan emosi sehingga tidak bisa menjalin ikatan dengan bayinya bahkan menyiksa darah dagingnya sendiri. 

(Majalah Tempo, Edisi 20 Juli 2008)

Pantesan sayah merasa lebih pinter haha. Ya...namanya juga cuma perasaan, waktu dites ngitung kalkulus tetep aja bolot.

Wednesday, September 3, 2008

Salah Lihat Ngga, Sih?

Mataku yang rabun atau lagi mimpi lihat Pius Lustrilanang, di Debat Tivi One, jadi caleg Partai Gerindra.

Apakah otaknya sedikit rusak sebab disiksa saat diculik dulu? Atau semata dia memang orang yang baik hati mau memaafkan Ketua Partai Gerindra, orang yang disangka bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang menimpa dirinya.

Well, aku cuma geleng-geleng kepala ngga habis pikir. Sama seperti aku geleng-geleng kepala saat Budiman Sudjatmiko masuk PDIP atau Abangku yang aktivis Forkot jadi PNS haha. 


Hiks

Hari ini ngga boleh puasa sama lumba-lumba. Kemarin sore Koosha nangis sampe menjelang maghrib gara-gara ASIku berkurang drastis, kempes bo dua2nya *djeng, u know what i mean, meskipun gw lebih seneng payudara yang kempes hihi*.

Orang bilang menyusuipun pasti bisa puasa, kumaha niat kita aja. Tapi why oh why, aku yang semangat banget mau puasa, malah kehabisan ASI. Jawabannya adalah karena kurang persiapan. Seharusnya udah punya stock ASI perah. Seharusnya minum susu dan CDR. Seharusnya lebih banyak makan dan minum malam harinya. 

Tapi apa nyana? Baru dua hari aku udah ngga nafsu makan, udah begah (mual) liat masakan. Malam ketika ASI kempes, aku sampe dibangunin lumba-lumba buat makan (abis magrib langsung tidur). 

Sekarang harus memulihkan kuantitas ASI dulu. Makan labu siam, makan daun singkong, dan kawan-kawan, setelah itu nyetok ASI baru puasa lagi. 

Wish me luck, aku pengen banget puasa.

Tuesday, September 2, 2008

Ayo Kita Bubar!

Ayo kita buka bareng di acara bubar MPers cabang Bandung! Bosen kan masak mulu di rumah hehe. Untuk detil acara, silakan klik link di bawah ini:


Ayo, ayo, kita jalin silaturahmi, mumpung bulan puasa. See u there...

Monday, September 1, 2008

Puasa Pertama

Ini bulan puasa atau bulan berkabung, ya? Sepi banget. Ngga ada yang keliling bangunin sahur, yang ngeronda pun tak ada. Boro-boro suara shalawatan dari masjid. Sepi, pi.

Waktu di Bojong meskipun di kompleks ngga ada yang keliling, tapi suara shalawat atau orang ngaji bersahut-sahutan dari masjid atau mushala kampung sebelah. 

Jadi kangen puasa di Depok, puasa di kampung. Suasana puasanya kental. Di sini satu-satunya yang membawa aroma puasa hanyalah hujan. Hiks, hiks, hiks.