Monday, September 15, 2008

[Ditimpuk] Mencari, Menemukan, dan Terima Kasih Sahabat

Baca2 postingan soal mencari sahabat tujuh orang, saya berharap ga dapet timpukan soalnya ngga punya banyak teman gitu loh. Apa daya, kena juga dari Mbak Dwi.

INILAH ORANG-ORANG YANG INGIN SAYA TEMUI LAGI:

1. Siti Rohaniyah, a.k.a Niya

Teman sekelas di Tsanawiyah Ali Maksum Jogja. Pertemanan kami ups and down, kelas satu deket, kelas dua berantem, gara2 terjadi dualisme kekuasaan bagaikan SBY-Kalla. Dia jadi ketua osis dan saya wakilnya. Kelas tiga kami dekat lagi (bahkan lebih dekat). Gadis solo yang sama sekali ngga lemah lembut ini, nerusin SMA di solo, trus D3 Teknik Sipil UGM angkatan 1997. Waktu awal kuliah  masih sempet ketemu. Anaknya jago itung2an, meski kami sama2 gila becanda tapi sesungguhnya dia orang yg tertutup. 

Rumahnya di jalan adi sumarmo, sukoharjo. nomor telpon rmhnya udah ganti, hiks. kalo nginep di rumahnya nyaman banget, mereka sangat menghormati tamu. Miss u and your family, Ni.

2. Mbak Ade (damn, i forgot her last name) 

Ketua Osis sebelum periode Niya dan saya. Cerdas, jago debat dan orasi, sekaligus berkharisma (jarang ada di sekolah kami org berkharisma). Ada satu momen yang tidak bisa saya  lupakan. Waktu masih belum jadi apa-apa, dialah yg meyakinkan saya bahwa saya punya potensi, dia tidak memandang saya sebagai dedengkotnya geng anak nakal. Dia pula yg merekomendasikan saya untuk menjadi pengurus pondok. Satu2nya dari murid MTs (SMP) di antara murid2 Aliyah (SMA).

Aslinya dari jakarta, tp entah di mana. Pengen banget berterima kasih sudah mempercayai saya waktu itu. 

3. Heru Bahruddin

Nah, yang ini senior sekaligus mantan pacar waktu saya masih kelas 5 MI (SD) Nurul Falah, Depok. Beneran ini mah. Dan gara2 emak saya menemukan surat2 cinta kami di kaleng biskuit bekas, kisah cinta kami pun menjadi legendaris di kampung tempat kami tinggal sebagai contoh nyata Puber Dini.

Lepas SD dia pindah ke malang. Hilang kontak, tahu2 dia kirim surat ke bandung (saya kelas 3 SMA), ngga tahu dapet alamat kost saya dari siapa. Dia memberitahu kuliah di sastra indonesia UNS solo dan mengirimkan selembar pas foto haha. Sayang, saat itu saya tidak memberi jawaban yg baik (damn ABG!).

Sekarang entah di mana dia.

4. Ahmad Khotib

Si abang dari jakarte, senior waktu di jogja. Dia salah satu teman dekat pacar saya waktu itu (ya, ya, ya, saya kan bandel walaupun dilarang pacaran di pesantren tetep aja curi2). Lepas SMA dia ke Kairo kuliah di al-azhar. Selama dia kuliah (saya SMA) kami bersurat2an. Terakhir ketemu tahun 1995, dia datang ke bandung. Setelah itu persuratan berhenti dan saya ngga tahu kabar dia selanjutnya. Anaknya baik dan sopan banget.

5.  Istianah (Isti Nasa Arini)

Temen sekelas waktu MTs. Gadis van Garut ini cantik, pinter, bersuara merdu dan seorang tahfidz (penghafal Al-Qur'an). Doh, waktu awal kelas 3 i hate her so much. Gara-gara saya sukses menggusur kedudukannya di tiga besar, tak sengaja saya menemukan sebuah tulisan di bukunya yang menyakitkan hati,

Tuhan, kenapa aku dikalahkan oleh orang yang tidak punya akhlak.

Buseeett...tapi, dipikir2 wajarlah dia nulis seperti itu secara eke dedengkot geng anak nakal wakakakakak. Tapi, kebencian itu lenyap saat akhir kelas 3, aku memaafkannya dan kita menjadi sangat dekat. 

Sebetulnya saya sudah menemukan jejaknya, karena oh karena suaminya ternyata jadi sekretaris DPW PKB Jabar di mana ayah saya jadi wakil ketua-nya (mantan wakil tepatnya setelah dengan semena2 DPW itu dibekukan oleh Gus Dur haha). Sooner or later i will meet her.

6. Siti Mubarokah

Walau di MTs. saya termasuk anak nakal, saya punya teman dari golongan baik2 termasuk perempuan asli cilacap ini. Manis, tinggi kaya fotomodel, pinter itung2an, dan pendengar yang sangat baik. Kalo curhat sama dia ga pernah ditanggapi emosional, selalu penuh pertimbangan. Lepas MTs. dia balik ke Cilacap, waktu SMA pernah surat2an, terakhir dia bilang dijodohin orang tuanya padahal dia masih pengen kuliah. Setelah itu putus kontak, hiks2.


7. Mr. X  a.k.a Penyair Jalanan

Lho, gimana mau ketemu kalau namanya Mr. X? bukan apa-apa, saya beneran lupa namanya haha. Waktu saya masih mahasiswa baru, dia sudah menjadi alumni FISIP UI, di sebuah seminar dia jadi pembicara, dan bagaikan di film-film romantis nan cengeng  i fell in love with him at first sight hohoho. Dia sudah menerbitkan sebuah novel yang saya rahasiakanlah judulnya, soalnya di MP ini ada anak2 FISIP juga haha.

Kisah cinta saya berakhir dengan tragis karena bertepuk sebelah tangan, dia ternyata jatuh cinta pada sahabat saya, orang yang selama ini mendengarkan curhatan cinta saya kepadanya, uniku tersayang huhuhuhu, ingat kisah tragis ini ngga sih, ni? Untunglah, uni ini amat setia pada kekasih yang kini jadi suaminya. Kalau ngga, bisa putus persahabatan kita ni hehe.

Anyway, saya pengen tahu kabar dia sekarang. Kabar orang yang saya abadikan dalam sebuah cerpen berjudul Penyair Jalanan yang masuk ke dalam buku antologi cerpen saya. 

Ah, masa muda yang kelabu....


INI YANG SUDAH SAYA TEMUKAN,


Saya sampe jejingkrakan setelah tahu dikau punya MP, Ni! Berapa lama kita putus kontak? Selepas kuliah dia balik ke Padang, kita jarang kontak2an. Terakhir ketemu kalau ngga salah kamu mau pergi ke jerman, ya?

Ria ini sahabat pertamaku waktu kuliah. Orang pertama yang kutemui saat masih ospek. Bersamanya saya berbagi segala hal, terutama gosip cowo, teater, lika liku agama, samurai X, dan nonton film sampe puas. Uni orangnya sabar banget, bersuara merdu (vokalis band rock gitu lohhh), jago karate (atau taekwondo ye?)


Whoa, ingat masa-masa kejayaan anak2 mushalla fisip. Ngga usah heran, meski mantan anggota geng, saya juga pernah aktif di mushalla (walaupun sekarang ga habis pikir juga). Angkatan 97 kita emang paling solid. Banyak deh suka dukanya. Ternyata dia di jepang dan punya anak2 dua yang imut2 banget. Sekarang baru balik dari jepang dan tinggal di Depok.

3. Chibi, Irfan Tony, dan Amang. Temen2 saya di UI. 



INI YANG HARUS SAYA TERIMA KASIH-I

Lies Adjeng Dewi Aminah, nenek sihirku tersayang, sahabat setia dalam duka dan kebandelan.

Sebagai pengguna lama Blogspot dan pengguna baru Wordpress, saya menolak menggunakan MP yang disarankan Adjeng, "teuing ah, teu bisa makena, hese". 

Setelah hilang gengsi dan otak-atik ternyata gampang banget and the rest story is history, saya pun menjadi banci MP. 

Thx to her, saya menemukan sahabat lama dan sahabat2 baru: mbak Dwi, Teh Iie, Teh, Echy, Mbak Yeni, mbak ratna, teh ligya, mbak donna, dan lain2, dan seterusnya, dan semua yang ada di kontak sayah, termasuk sekarang jadi berbalas pantun dengan Mira, padahal waktu SMA saya ngga inget pernah ngomong sama dia. Maklumlah, saya kan jutek abesh. 

- sekian dan terima kasih -


Panjang ya, bo, postingannya. Bae we lah, sekali-sekali. Dan saya ngga akan nimpuk lagi, kayanya udah pada benjol semua ^__^



No comments:

Post a Comment