INILAH ORANG-ORANG YANG INGIN SAYA TEMUI LAGI:
1. Siti Rohaniyah, a.k.a Niya
Teman
sekelas di Tsanawiyah Ali Maksum Jogja. Pertemanan kami ups and down,
kelas satu deket, kelas dua berantem, gara2 terjadi dualisme kekuasaan
bagaikan SBY-Kalla. Dia jadi ketua osis dan saya wakilnya. Kelas tiga
kami dekat lagi (bahkan lebih dekat). Gadis solo yang sama sekali ngga
lemah lembut ini, nerusin SMA di solo, trus D3 Teknik Sipil UGM angkatan
1997. Waktu awal kuliah masih sempet ketemu. Anaknya jago itung2an,
meski kami sama2 gila becanda tapi sesungguhnya dia orang yg tertutup.
Rumahnya
di jalan adi sumarmo, sukoharjo. nomor telpon rmhnya udah ganti, hiks.
kalo nginep di rumahnya nyaman banget, mereka sangat menghormati tamu.
Miss u and your family, Ni.
2. Mbak Ade (damn, i forgot her last name)
Ketua
Osis sebelum periode Niya dan saya. Cerdas, jago debat dan orasi,
sekaligus berkharisma (jarang ada di sekolah kami org berkharisma). Ada
satu momen yang tidak bisa saya lupakan. Waktu masih belum jadi
apa-apa, dialah yg meyakinkan saya bahwa saya punya potensi, dia tidak
memandang saya sebagai dedengkotnya geng anak nakal. Dia pula yg
merekomendasikan saya untuk menjadi pengurus pondok. Satu2nya dari murid
MTs (SMP) di antara murid2 Aliyah (SMA).
Aslinya dari jakarta, tp entah di mana. Pengen banget berterima kasih sudah mempercayai saya waktu itu.
3. Heru Bahruddin
Nah,
yang ini senior sekaligus mantan pacar waktu saya masih kelas 5 MI (SD)
Nurul Falah, Depok. Beneran ini mah. Dan gara2 emak saya menemukan
surat2 cinta kami di kaleng biskuit bekas, kisah cinta kami pun menjadi
legendaris di kampung tempat kami tinggal sebagai contoh nyata Puber
Dini.
Lepas SD dia pindah ke malang. Hilang
kontak, tahu2 dia kirim surat ke bandung (saya kelas 3 SMA), ngga tahu
dapet alamat kost saya dari siapa. Dia memberitahu kuliah di sastra
indonesia UNS solo dan mengirimkan selembar pas foto haha. Sayang, saat
itu saya tidak memberi jawaban yg baik (damn ABG!).
Sekarang entah di mana dia.
4. Ahmad Khotib
Si
abang dari jakarte, senior waktu di jogja. Dia salah satu teman dekat
pacar saya waktu itu (ya, ya, ya, saya kan bandel walaupun dilarang
pacaran di pesantren tetep aja curi2). Lepas SMA dia ke Kairo kuliah di
al-azhar. Selama dia kuliah (saya SMA) kami bersurat2an. Terakhir ketemu
tahun 1995, dia datang ke bandung. Setelah itu persuratan berhenti dan
saya ngga tahu kabar dia selanjutnya. Anaknya baik dan sopan banget.
5. Istianah (Isti Nasa Arini)
Temen
sekelas waktu MTs. Gadis van Garut ini cantik, pinter, bersuara merdu
dan seorang tahfidz (penghafal Al-Qur'an). Doh, waktu awal kelas 3 i
hate her so much. Gara-gara saya sukses menggusur kedudukannya di tiga
besar, tak sengaja saya menemukan sebuah tulisan di bukunya yang
menyakitkan hati,
Tuhan, kenapa aku dikalahkan oleh orang yang tidak punya akhlak.
Buseeett...tapi,
dipikir2 wajarlah dia nulis seperti itu secara eke dedengkot geng anak
nakal wakakakakak. Tapi, kebencian itu lenyap saat akhir kelas 3, aku
memaafkannya dan kita menjadi sangat dekat.
Sebetulnya
saya sudah menemukan jejaknya, karena oh karena suaminya ternyata jadi
sekretaris DPW PKB Jabar di mana ayah saya jadi wakil ketua-nya (mantan
wakil tepatnya setelah dengan semena2 DPW itu dibekukan oleh Gus Dur
haha). Sooner or later i will meet her.
6. Siti Mubarokah
Walau
di MTs. saya termasuk anak nakal, saya punya teman dari golongan baik2
termasuk perempuan asli cilacap ini. Manis, tinggi kaya fotomodel,
pinter itung2an, dan pendengar yang sangat baik. Kalo curhat sama dia ga
pernah ditanggapi emosional, selalu penuh pertimbangan. Lepas MTs. dia
balik ke Cilacap, waktu SMA pernah surat2an, terakhir dia bilang
dijodohin orang tuanya padahal dia masih pengen kuliah. Setelah itu
putus kontak, hiks2.
7. Mr. X a.k.a Penyair Jalanan
Lho,
gimana mau ketemu kalau namanya Mr. X? bukan apa-apa, saya beneran lupa
namanya haha. Waktu saya masih mahasiswa baru, dia sudah menjadi alumni
FISIP UI, di sebuah seminar dia jadi pembicara, dan bagaikan di
film-film romantis nan cengeng i fell in love with him at first sight
hohoho. Dia sudah menerbitkan sebuah novel yang saya rahasiakanlah
judulnya, soalnya di MP ini ada anak2 FISIP juga haha.
Kisah
cinta saya berakhir dengan tragis karena bertepuk sebelah tangan, dia
ternyata jatuh cinta pada sahabat saya, orang yang selama ini
mendengarkan curhatan cinta saya kepadanya, uniku tersayang
huhuhuhu, ingat kisah tragis ini ngga sih, ni? Untunglah, uni ini amat
setia pada kekasih yang kini jadi suaminya. Kalau ngga, bisa putus
persahabatan kita ni hehe.
Anyway, saya pengen
tahu kabar dia sekarang. Kabar orang yang saya abadikan dalam sebuah
cerpen berjudul Penyair Jalanan yang masuk ke dalam buku antologi cerpen
saya.
Ah, masa muda yang kelabu....
INI YANG SUDAH SAYA TEMUKAN,
Saya
sampe jejingkrakan setelah tahu dikau punya MP, Ni! Berapa lama kita
putus kontak? Selepas kuliah dia balik ke Padang, kita jarang kontak2an.
Terakhir ketemu kalau ngga salah kamu mau pergi ke jerman, ya?
Ria
ini sahabat pertamaku waktu kuliah. Orang pertama yang kutemui saat
masih ospek. Bersamanya saya berbagi segala hal, terutama gosip cowo,
teater, lika liku agama, samurai X, dan nonton film sampe puas. Uni
orangnya sabar banget, bersuara merdu (vokalis band rock gitu lohhh),
jago karate (atau taekwondo ye?)
Whoa,
ingat masa-masa kejayaan anak2 mushalla fisip. Ngga usah heran, meski
mantan anggota geng, saya juga pernah aktif di mushalla (walaupun
sekarang ga habis pikir juga). Angkatan 97 kita emang paling solid.
Banyak deh suka dukanya. Ternyata dia di jepang dan punya anak2 dua yang
imut2 banget. Sekarang baru balik dari jepang dan tinggal di Depok.
INI YANG HARUS SAYA TERIMA KASIH-I
Lies Adjeng Dewi Aminah, nenek sihirku tersayang, sahabat setia dalam duka dan kebandelan.
Sebagai pengguna lama Blogspot dan pengguna baru Wordpress, saya menolak menggunakan MP yang disarankan Adjeng, "teuing ah, teu bisa makena, hese".
Setelah hilang gengsi dan otak-atik ternyata gampang banget and the rest story is history, saya pun menjadi banci MP.
Thx
to her, saya menemukan sahabat lama dan sahabat2 baru: mbak Dwi, Teh
Iie, Teh, Echy, Mbak Yeni, mbak ratna, teh ligya, mbak donna, dan lain2,
dan seterusnya, dan semua yang ada di kontak sayah, termasuk sekarang
jadi berbalas pantun dengan Mira, padahal waktu SMA saya ngga inget pernah ngomong sama dia. Maklumlah, saya kan jutek abesh.
- sekian dan terima kasih -
Panjang ya, bo, postingannya. Bae we lah, sekali-sekali. Dan saya ngga akan nimpuk lagi, kayanya udah pada benjol semua ^__^
No comments:
Post a Comment