Menurut Dr. Lane Strathearn
dari departemen pediatri di Baylor College of Medicine, Houston,
menyatakan senyum bayi adalah stimulus yang sangat kuat bagi otak ibu.
Sistem dopaminergic di dalam jaringan otak langsung bekerja saat ibu melihat senyum bayinya, tapi tidak terhadap bayi orang lain.
Meski
demikian ada juga sejumlah ibu yang memiliki gangguan emosi sehingga
tidak bisa menjalin ikatan dengan bayinya bahkan menyiksa darah
dagingnya sendiri.
(Majalah Tempo, Edisi 20 Juli 2008)
Pantesan sayah merasa lebih pinter haha. Ya...namanya juga cuma perasaan, waktu dites ngitung kalkulus tetep aja bolot.
No comments:
Post a Comment