Thursday, November 20, 2008

Takbir

Baru saja saya melihat takbir yang menggetarkan. Takbir yang mengiringi air mata buruh ketika akhirnya Sang Pengusaha mengabulkan tuntutan mereka. Bibir-bibir itu bergetar menggema takbir. Melihat itu saya merasakan takbir yang penuh dengan getaran kasih sayang Tuhan.

Berbeda sekali ketika saya menyaksikan sekelompok orang memukuli kelompok lainnya sambil bertakbir, ketika Imam Samudera cs berkali-kali bertakbir setelah membunuh ratusan orang, ketika partai-partai Islam sepanjang masa kampanye meneriakkan takbir sementara ketika berkuasa tidak melakukan apapun yang menunjukkan kebesaran Tuhan, saya merasa kalimat takbir di bibir-bibir mereka itu mengerikan.

Wallahu a'lam.