Baru saja saya melihat takbir yang menggetarkan. Takbir yang mengiringi
air mata buruh ketika akhirnya Sang Pengusaha mengabulkan tuntutan
mereka. Bibir-bibir itu bergetar menggema takbir. Melihat itu saya
merasakan takbir yang penuh dengan getaran kasih sayang Tuhan.
Berbeda
sekali ketika saya menyaksikan sekelompok orang memukuli kelompok
lainnya sambil bertakbir, ketika Imam Samudera cs berkali-kali bertakbir
setelah membunuh ratusan orang, ketika partai-partai Islam sepanjang
masa kampanye meneriakkan takbir sementara ketika berkuasa tidak
melakukan apapun yang menunjukkan kebesaran Tuhan, saya merasa kalimat
takbir di bibir-bibir mereka itu mengerikan.
Wallahu a'lam.