Monday, June 23, 2008

Dokter yang Aneh...(atau Baik?)

Sejak sabtu aku dan lumba-lumba ngga enak badan. Tadi pagi ke dokter, tapi dokter Hartantonya libur seminggu. Mungkin ikut-ikutan liburan anak sekolah. Nanya Adjeng, katanya ada dokter senior di Dago.

Dokternya lembut banget, saking lembutnya, aku dan lumba-lumba beberapa kali harus meminta dia mengulang diagnosanya. Sudah begitu, cara dia bertanya dan memberikan analisa seperti canggung dan ragu-ragu. Aku dan lumba-lumba tanpa sadar beberapa kali bertukar pandang. Jadi ngga enak sendiri. Pas mau bayar,

lumba-lumba:  berapa dok?
dokter: ah, berapa aja.
ucing: (spontan dan kaget) Hah, kok berapa aja?
dokter: iya, di sini mah gitu, ga ada berapa2an. berapa aja.
ucing: yah, dok, jangan. berapa atuh?
dokter: ya sudah 20 ribu aja.
lumba-lumba: (heran) berdua, dok?
dokter: iya, karena masuknya barengan 20 ribu aja.
ucing: ngga ah, dok! 20rb kali dua aja yah...
dokter: (senyum lembut) ya sudah ngga apa-apa.

Dokter yang aneh....

Tapi, menurut tukang parkir, dokter itu terkenal dan bagus pisan. Aku inget dulu kayanya pernah ke sini nganter Adjeng. Waktu adjeng masih gadis dan lagi sakit panas (apa hubungannya masih gadis dan sakit panas?). Katanya sih dokter ini langganan mahasiswa.

Btw, karena dokter ini prakteknya deket SD, aku kabita jajanan sekolahan. Padahal udah didiagnosa radang tenggorokan. Da ari kabita mah hese nya ^_________^

No comments:

Post a Comment