Abis baca chiklit (labelnya metropop sih bukan chicklit) dan gw ga bisa
berhenti bacanya hahaha...kalau kata si domba, chicklit itu banyak yang
memang bagus cara penulisannya tapi ya gitu, ga ada isinya. Dia bilang
mirip makan rambutan, enak tapi ga ada vitaminnya.
Memang,
persoalan membaca adalah persoalan selera, dan selama ini selera gw ga
ke chicklit. Habis, tiap liat chicklit di toko buku, baru 2 halaman udah
ga sanggup bacanya. Gw tentu saja tidak akan memandang rendah mereka
yang seneng dengan jenis bacaan ini. Sekali lagi ini soal selera belaka.
Cuma, ya itu, ternyata chicklit kemarin mampu membuat gw tidak beranjak dari tempat tidur dan melupakan lumba-lumba haha.
Perlu
disebutin ngga ya, chicklitnya. Yang nulis salah satu contact multiply
gw sih. Ga enak ah, masa gw nyamain buku dia ama rambutan hihi..
Terus
habis baca novel Muhidin Dahlan, Tuhan, Izinkanlah Aku Jadi Pelacur.
Ya, gw emang telat banget baru baca. Anyway, this novel so annoying!
Mungkin lebih annoying daripada Ayat-ayat Cinta. Maksa dot com deh.
No comments:
Post a Comment