Thursday, February 14, 2008

Selamat Hari Kasih Sayang

Valentine itu cokelat? Mawar merah dan lilin berpendar redup? Kartu cantik dengan ucapan manis? Cake lembut menggoda? Hadiah mungil yang disodorkan bersama sayup lagu cinta?

Tidak, saudara-saudara. Valentine-ku sungguh sepi. Ditinggal lumba-lumba ke luar kota sejak kemarin. I'm home alone. Ditemani tiga buku agatha christie dan satu sherlock holmes, valentine-ku penuh mayat dan darah.

Tidak ada lilin yang lindap, semua lampu menyala sebab sendirian membuatku ngeri. Suara binatang menyambut kemarau saja bikin aku melompat kaget, belum suara angin menghantam kaca jendela. Ow, seraaamm...aku jadi bertanya-tanya, ini malam valentine atau malam hallowen? Untunglah aku segera ingat, bibi sudah menanam pohon kelor di pot dekat pintu. 

Malam nantipun tidak akan ada acara ke kafe dengan taburan lilin dan obor. Tidak ada steak atau salad. Yang mungkin akan kulakukan adalah membuka gorden rumah, melihat citylight dengan sepasang lilin kurus. Bukan karena romantis, sebab hari ini dinner-ku nasi tutug oncom, ikan asin, tempe tahu, dan sambel terasi. Aku butuh cahaya lilin untuk mengusir lalat.

Happy Valentine, teman-teman. Aku sayang kalian semua.


No comments:

Post a Comment