Tuesday, January 8, 2008

Malaysia = Malingsia?

Reog Ponorogo dari Malaysia? Batik juga? Loh, kemarin juga lagu Rasa Sayange? Apa Malaysia sebegitu tololnya mengklaim budaya yang sudah 'dikenal' bangsa Indonesia sebagai warisan leluhurnya? Apa kita sebegitu tak acuhnya hingga so outrageous dengan klaim itu?

Bagaimana jika memang terjadi pertumbuhan budaya yang mirip dengan budaya kita di Malay? Sebab alkisah orang-orang ponorogo yang mengadu nasib di sana, yang kemudian beranak pinak di Johor, memainkan reog sebagai sebuah kerinduan terhadap tanah asal. Mungkin saja kemudian ada proses blending antara budaya reog asli dengan budaya Malaysia lalu membentuk tarian baru. Sama seperti keroncong yang katanya berasal dari Portugis, tapi juga sudah bertransformasi ke bentuk keroncong yang sekarang ada. Kalau sudah begini kita bisa apa?

Apa itu budaya ngomong-ngomong? Salah satu definisinya adalah a way of life of a group of people--the behaviors, beliefs, values, and symbols that they accept, generally without thinking about them, and that are passed along by communication and imitation from one generation to the next.
Kalau sudah begini gimana caranya kita menghujat Malaysia, yang penduduknya saja serumpun dengan suku Melayu yang kebanyakan ada di Kepulauan Riau. Kan dari Indonesia-indonesia juga? Atau adanya orang Bugis dan orang Jawa yang jadi TKI di sana. Apa kita tidak jadi menghujat diri sendiri? Ada keroncong, ada barongsai, ada dansa-dansi. Ada marawis, ada gambus, ada dangdut. Belum lagi pengaruh pop-culture dari barat (atau timur; Jepang dan Korea?) terhadap cara hidup anak muda (urban) sekarang.

Entahlah. Mungkin selama ini kita sudah merasa sedemikian hancur martabat dan harga dirinya di mata dunia. Bangsa terkorup, Bangsa dengan polusi tinggi, Bangsa miskin, Bangsa tolol, hingga ketika masih ada yang (seharusnya) bisa dibanggakan, yaitu seni dan budaya yang luar biasa kaya, lalu diklaim orang, kita jadi marah bukan kepalang.
----------
ini postingan dari www.nazlasyihab.blogspot.com sebelum akhirnya blog itu saya matikan *hiks, hiks*

Sunday, January 6, 2008

Berdoa

Hari ini saya mau berdoa supaya Pak Harto diberi kesembuhan agar segera dapat disidang kembali. Atau paling tidak jika waktu tak berpihak padanya, beliau berkenan memberi tahu nomor rekening yang disembunyikannya untuk menyimpan uang negara.

Saturday, January 5, 2008

Sejak dikirimin resep Crepe Saus Lemon sama Cut minggu-minggu kemaren, aku udah niat banget mau bikin. Sampe beli teplon baru, spatula baru, piring baru, baju baru (loh?).

Jadilah pagi ini aku masak crepe, untuk suami, untuk diriku, dan untuk menuntaskan rasa penasaran.

Crepe baru di taro di wajan: "nanti yang rasa cokelat dikirim ke bawah, ya?" 

*Melirik tajam ke lumba2*: "Ini bukan martabak!". Dia nyengir sambil berlalu dengan santai ke ruang kerja.

Crepe baru dapet dua: "Kok rasanya gini?". Berlalu lagi dengan santai.

Crepe dapet tiga: "Yang garing dong!" 

*cemberut*: "Ga enak?"

Lumba-lumba: "Rasanya gini, kalo garing pasti beda". Lagi-lagi berlalu dengan santai.

Aku merutuk-rutuk dalam hati, rese juga nih suami.  Dan saudara-saudara, kelemahanku adalah memiliki kecenderungan sadis yang berbahaya, maka jadilah saus lemonnya sengaja ngga aku bikin manis. 

Lumba-lumba: "Aduh, asyeemmm..."

*menyeringai*: "Syukurin!"

Wednesday, January 2, 2008

Daun Kelor

Hari ini masak sayur daun kelor campur nangka muda sama pepes ikan mas. Enaaakkk...
Waktu lumba-lumba pertama kali mudik lebaran ke bekasi *keluarga besar ibuku* dia terheran-heran, kok daun kelor dimakan? Ternyata di Bandung ngga ada ya, yang makan daun kelor? Padahal kan enak. Rasanya mirip-mirip daun katuk.

Pantes aja aku ngga pernah nemu orang jualan daun kelor di Bandung. Nah, kemarin iseng nanya ke si bibi ada yang punya pohon kelor ngga? Diketawain aku sama bibi mau makan daun kelor. Da eta mah buat jurig atuh, neng. Lho, belum tau dia kalau aku ini sejenis jurig.

Dibawain juga sih besoknya sama dia, gratis lagi. Baik banget bibiku ini suka ngebawain sayuran gratis. Eh, di sini juga aku susah banget nemu bumbu temu kunci. Di depok mah ngampar*.

Tapi, hati-hati ya yang punya susuk. Jangan makan daun kelor, nanti pada rontok semua.

*Ngampar adalah bahasa betawi depok untuk berserakan (-penulis)

Tuesday, January 1, 2008

Kaki Bengkak

Baru sadar hari ini kakiku bengkak. Baru pertama kali nih. Tapi aku sadar banget kenapa jadi bengkak. Salah satunya duduk kelamaan. Dua hari ini aku online dari subuh sampe jam 10 malem *nyengir*, dengan keripik kuningan dari teh api, chitato rasa keju amerika, dan cheetos, juga rasa keju.

Belum lagi biasanya tiap pagi jalan ke tukang sayur, sekarang jadi males. Kemarin lumba-lumba manyun waktu aku bilang "yang masak bibi aja, ya?" karena aku ngga mau beranjak dari komputer. Tapi masak juga sih akhirnya, ga enak ngga ngapa-ngapain buat suami.
Cukup ngilu euy, apalagi pas solat. Harus diet garam lagi nih. Diet santen juga. Tapi diet internet? Hmmm...kayanya ngga deh hehe.

Situs blogspotku kayanya mo diisi sedikit serius, sementara di sini jadi ajang unek-unek ajalah. Maklum ibu dan isteri, ada aja yang pengen diomongin. Daripada pusing nunggu tanggal gajian. Iya, ngga?

Hari ini sepupu tercintaku, Umi, melahirkan anak pertamanya, cowo. Dan semalam sahabatku, Sari Vicia, juga melahirkan anak keduanya, cewe. I'm so happy.  

Btw, selamat tahun baru ya. Semoga jadi lebih rajin tahun ini. Rajin ibadah, rajin olahraga, rajin silaturahmi, rajin cari duit, rajin online, rajin ngerumpi (yang baik-baik tapi yah).

Sunday, December 30, 2007

Ho Ho Ho!

Dipasangin internet sama lumba2 di rumah hohoho! Urusan bayar tagihan kumaha engke weehhhh, dia kasihan kali sama ibu hamil, harus turun gunung naek ojeg demi ke warnet.

Langsung ketemuan sama cut dan reed di YM. Udah lama banget kaga ngobrol sama pasangan itu. Yang satu ngegosipin orang, yang satunya lagi ngomongin pos-kolonialisme *gubrak*. Tapi asik banget, otak jadi ga kosong lagi deh. Keisi gosip haha.

Ngga kerasa nih, bentar lagi mau 6 bulan. Udah mulei kerasa anakku cukup aktif, apalagi ibunya tidur mulu, jadi weh kaga bisa diem.

Kemaren sore ada ikan terbang loh, di belakang rumahku. Ada yang masuk tiba-tiba di kepalaku. Orang bilang inilah inspirasi ;)

Thursday, December 6, 2007

Bukan Begitu, Nak?

Maaf, Nak. Gara-gara air mata yang tidak berhenti, perut Ibu mengeras. Apa kau kerahkan seluruh tenaga dari tubuh rapuhmu itu untuk bertanya ada apa dengan Ibu?

Tidak perlu khawatir. Nanti kau akan tahu bantingan pintu bukan berarti kami tidak saling cinta. Lidah tajam yang menggores hati ayah ibumu bukan karena kami tidak saling sayang. Ini semua karena kami tidak mampu mengekang Mau yang melulu ingin didahulukan. Tidak sanggup meredam ambisi yang berjalan di dua sisi.

Tidurlah lagi dengan tenang. Besok kita akan lupa tentang malam ini.