Sunday, September 14, 2008

Kelakuan Lumba-Lumba

Kadang-kadang saya suka stres liat kelakuan lumba-lumba. Dia ini udah terkenal dengan omongannya yang sok kacamprung, ngasal, dan sering ngga tau situasi dan kondisi.

Seperti kemarin ada seorang ibu dengan dua anak datang ke kantor kepegawaian tempat lumba-lumba kerja. Ibu itu mencari orang, tapi si ibu ngga tau nama belakangnya. Lumba-lumba sebagai pegawai yang baik [baca: diperintah atasan] nyari di database. Ga ketemu.

Lumba2: Bu, ngga ada.
Ibu: (gelisah dan sedih) ga ada, pak?
Lumba2: iya, bu ga ada.
Ibu: Aduh, gimana ya..
Lumba2: Emang ibu ngga tau nama belakangnya?
Ibu: Itulah, saya ngga tau. Udah lama saya ngga ketemu dia, nama belakangnya ga tahu.
Lumba2: Ya udah bu, mending ibu ikut acara termehek-mehek aja.
Ibu: ...

Doh, abis dah lumba2 saya tendang, pukul, dan sambit pake kerupuk. Gila aja ada yang lagi sedih diomongin kaya gitu. 

Hehhhh....laki gw...*sigh*

Friday, September 12, 2008

*Keluh, Keluh, Keluh*


Minggu depan susu formula naik 20%. Gas 12 kg akan naik sampai mencapai 139ribu, walaupun akhirnya ditunda sampai pemilu 2009 (kelihatan jelas kau ingin menang lagi, bung!), dan di bulan puasa ini, semua harga di tukang sayur naik 10-20%. 

Kalau saia mengkalkulasikan semua itu dengan gaji pasti ngga akan cukup, beyond my imagination. Tapi, ndilalah, ada saja rejeki yang datang. Mungkin ini yang dibilang anak itu titipan Tuhan dan yang menitipkan tak mungkin menelantarkan. Praise Lord.

Tapi, meski pameo itu benar, saia tetap ngga mau punya anak banyak. Satu atau dua saja Insya Allah. 

Tuesday, September 9, 2008

[Tahukah Anda] Senyum Bayi Cerdaskan Otak

Jurnal Pediatrics edisi Juli 2008 melansir riset bahwa senyum bayi bisa membuat area-area tertentu dalam otak sang ibu menjadi aktif dan merangsang rasa gembira.

Menurut Dr. Lane Strathearn dari departemen pediatri di Baylor College of Medicine, Houston, menyatakan senyum bayi adalah stimulus yang sangat kuat bagi otak ibu. Sistem dopaminergic di dalam jaringan otak langsung bekerja saat ibu melihat senyum bayinya, tapi tidak terhadap bayi orang lain.

Meski demikian ada juga sejumlah ibu yang memiliki gangguan emosi sehingga tidak bisa menjalin ikatan dengan bayinya bahkan menyiksa darah dagingnya sendiri. 

(Majalah Tempo, Edisi 20 Juli 2008)

Pantesan sayah merasa lebih pinter haha. Ya...namanya juga cuma perasaan, waktu dites ngitung kalkulus tetep aja bolot.

Wednesday, September 3, 2008

Salah Lihat Ngga, Sih?

Mataku yang rabun atau lagi mimpi lihat Pius Lustrilanang, di Debat Tivi One, jadi caleg Partai Gerindra.

Apakah otaknya sedikit rusak sebab disiksa saat diculik dulu? Atau semata dia memang orang yang baik hati mau memaafkan Ketua Partai Gerindra, orang yang disangka bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang menimpa dirinya.

Well, aku cuma geleng-geleng kepala ngga habis pikir. Sama seperti aku geleng-geleng kepala saat Budiman Sudjatmiko masuk PDIP atau Abangku yang aktivis Forkot jadi PNS haha. 


Hiks

Hari ini ngga boleh puasa sama lumba-lumba. Kemarin sore Koosha nangis sampe menjelang maghrib gara-gara ASIku berkurang drastis, kempes bo dua2nya *djeng, u know what i mean, meskipun gw lebih seneng payudara yang kempes hihi*.

Orang bilang menyusuipun pasti bisa puasa, kumaha niat kita aja. Tapi why oh why, aku yang semangat banget mau puasa, malah kehabisan ASI. Jawabannya adalah karena kurang persiapan. Seharusnya udah punya stock ASI perah. Seharusnya minum susu dan CDR. Seharusnya lebih banyak makan dan minum malam harinya. 

Tapi apa nyana? Baru dua hari aku udah ngga nafsu makan, udah begah (mual) liat masakan. Malam ketika ASI kempes, aku sampe dibangunin lumba-lumba buat makan (abis magrib langsung tidur). 

Sekarang harus memulihkan kuantitas ASI dulu. Makan labu siam, makan daun singkong, dan kawan-kawan, setelah itu nyetok ASI baru puasa lagi. 

Wish me luck, aku pengen banget puasa.

Tuesday, September 2, 2008

Ayo Kita Bubar!

Ayo kita buka bareng di acara bubar MPers cabang Bandung! Bosen kan masak mulu di rumah hehe. Untuk detil acara, silakan klik link di bawah ini:


Ayo, ayo, kita jalin silaturahmi, mumpung bulan puasa. See u there...

Monday, September 1, 2008

Puasa Pertama

Ini bulan puasa atau bulan berkabung, ya? Sepi banget. Ngga ada yang keliling bangunin sahur, yang ngeronda pun tak ada. Boro-boro suara shalawatan dari masjid. Sepi, pi.

Waktu di Bojong meskipun di kompleks ngga ada yang keliling, tapi suara shalawat atau orang ngaji bersahut-sahutan dari masjid atau mushala kampung sebelah. 

Jadi kangen puasa di Depok, puasa di kampung. Suasana puasanya kental. Di sini satu-satunya yang membawa aroma puasa hanyalah hujan. Hiks, hiks, hiks.