Sunday, July 20, 2008

Akhirnya Ketemu

Akhirnya Koosha ketemu sama Kakeknya yang satu lagi, kakek Dede Anwar. Abis imunisasi langsung ke muthahhari, ceritanya sekalian keluar. Kakeknya langsung gendong dan sepertinya komat-kamit, entah berdoa entah sedang membaiat Koosha haha. 

Tapi, malam dan hari ini Koosha badannya hangat. Harusnya abis imunisasi tuh jangan dibawa-bawa main ya! Jeprut ibu dan ayahnya. Sia-sialah imunisasi 5 in 1 yang katanya ngga bikin anak demam huhuhu... 

Friday, July 18, 2008

Punya Siapa?

Bener-bener dah ni ayam. Tiap siang tengah hari bolong selalu berkokok tepat di depan kamar Koosha. Bikin anakku bangun dan susah tidur lagi!

Pengen aku sembelih aja tuh ayam! Jadiin ayam goreng tepung enak kayanya

Sial!

Kata Mira pake axis aja murah edun. Kata Chibi pake im3 aja satu rupiah per kb. Apa nyana sinyal axis ngga nyampe. Apa mau dikata sinyal 3G juga ga nyampe, mo browsing im3 pake GPRS bisa tambah bulukan!

Oh, oh, kenapa aku mesti pindah makin jauh dari peradaban sih?

Untunglah ada hiburan lain. Bisa YM pake three yang murah meriah, bisa ngegosip sama si domba lagi. Meskipun kata dia ngga asik banget nyela dengan delay 3 menit. Tapi, ya, gitu, namanya juga paket murah harus ada erornya dong...Indonesia! 


Sunday, July 13, 2008

Bulukan

Bener-bener bulukan nih aku. Janji lumba-lumba palsu. Katanya mau segera dipasang speedy, ternyata sampe sekarang belum juga. Huh! Ini posting dari telkominstan, ajegile bujubuneng lambat banget.

Here r some facts about our new place:

1. lebih dingin dari bojong koneng (lebih atas)
2. lebih rame jalanan depan rumah daripada bojong koneng, soalnya tukang roti lewat tiga kali dengan mobil dan speaker yang berisik!
3. Anginnya kenceng banget bo.
4. jalanan kompleksnya ngga turun naik 
5. ada tukang sayur yang harganya sama dengan harga pasar hoho.
6. lebih gede rumahnya, tapi jadi banyak yang ga dipake.
7. belum nemu pemandangan lampu2, gunung, dan matahari yang seindah bojong koneng.

Kadang-kadang aku kangen rumah di bojong koneng, kangen sama si bibi juga huhuhu...

Btw, KFC nyampe juga euy delivery service ke awiligar, huhuy!

Thursday, June 26, 2008

Countdown

Apakah kami akan buka toko kelontong?

Atau rental DVD?

Tentu tidak. Ini sebagian barang yang males banget kami packing.  Dua hari lagi kami akan berpisah dengan Bojong Koneng. Dengan jalan yang naik turun, pemandangan gunung  ciwidey, view bandung penuh sesak, dengan mang dan ibu sayur, mang bubur ayam, mang siomay, mang baso malang, mang bakpau, mang roti, dan mang eskrim walls. Tapi, yang paling menyedihkan adalah berpisah dengan bibi huhuhu.

Btw, bibiku ini bisa melihat makhluk-makhluk halus loh. Kata dia di sini ada satu. Tapi jin baik, jin islam. Hampir semua rumah di blok C6 jin-nya jin baik kecuali rumah sebelah yang baru dibangun. Bentuknya genderuwo, buto ijo.

Lalu dengan tenang si bibi melanjutkan hasil teropongannya,

"Di rumah kontrakan neng yang baru juga ada satu di belakang."

Gubrak!

Wednesday, June 25, 2008

ESQ

Hari ini sampai jumat lumba-lumba ikut training ESQ dari kantornya. Peserta yang ikut? Nu baradegong kabeh. Si lumba-lumba tea, jarang apel pagi, jarang masuk full dalam sebulan (pernah dalam sebulan cuma masuk seminggu), sering ngebantah dan ngomelin atasan, sering masuk apel doang, sering pulang siang.

Apakah setelah ESQ ini dia berubah? Atau di tengah-tengah training dia tidur seperti training-training sebelumnya? Kita lihat saja nanti. Mudah-mudahan ada yang kecantol dan dia berubah jadi pegawai yang memajukan bangsa dan negaranya. Amin.

Monday, June 23, 2008

Dokter yang Aneh...(atau Baik?)

Sejak sabtu aku dan lumba-lumba ngga enak badan. Tadi pagi ke dokter, tapi dokter Hartantonya libur seminggu. Mungkin ikut-ikutan liburan anak sekolah. Nanya Adjeng, katanya ada dokter senior di Dago.

Dokternya lembut banget, saking lembutnya, aku dan lumba-lumba beberapa kali harus meminta dia mengulang diagnosanya. Sudah begitu, cara dia bertanya dan memberikan analisa seperti canggung dan ragu-ragu. Aku dan lumba-lumba tanpa sadar beberapa kali bertukar pandang. Jadi ngga enak sendiri. Pas mau bayar,

lumba-lumba:  berapa dok?
dokter: ah, berapa aja.
ucing: (spontan dan kaget) Hah, kok berapa aja?
dokter: iya, di sini mah gitu, ga ada berapa2an. berapa aja.
ucing: yah, dok, jangan. berapa atuh?
dokter: ya sudah 20 ribu aja.
lumba-lumba: (heran) berdua, dok?
dokter: iya, karena masuknya barengan 20 ribu aja.
ucing: ngga ah, dok! 20rb kali dua aja yah...
dokter: (senyum lembut) ya sudah ngga apa-apa.

Dokter yang aneh....

Tapi, menurut tukang parkir, dokter itu terkenal dan bagus pisan. Aku inget dulu kayanya pernah ke sini nganter Adjeng. Waktu adjeng masih gadis dan lagi sakit panas (apa hubungannya masih gadis dan sakit panas?). Katanya sih dokter ini langganan mahasiswa.

Btw, karena dokter ini prakteknya deket SD, aku kabita jajanan sekolahan. Padahal udah didiagnosa radang tenggorokan. Da ari kabita mah hese nya ^_________^